Beranda › Daftar surah › Surah Yunus › Ayat 12

Tafsir Surah Yunus ayat 12

  • Ayat 12 dari 109
  • Juz 11
  • Makkiyah
  • 10:12

وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ۝١٢

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

10:12

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Apabila orang yang melampaui batas itu menderita sakit atau mengalami situasi yang buruk, ia memanjatkan do'a kepada Kami seraya merendahkan dan menundukkan dirinya, sambil berbaring, duduk atau berdiri, dengan harapan bahwa kesulitan yang sedang dihadapinya itu dihilangkan. Kemudian setelah Kami mengabulkan do'anya dan menghilangkan kesulitan yang dihadapinya, ia kembali seperti sedia kala. Seolah-olah ia tidak pernah memanjatkan do'a kepada Kami untuk dihilangkan kesulitannya. Sebagaimana orang yang berpaling dari kebenaran itu tergoda untuk mempertahankan kesesatannya, begitu pula orang-orang yang melampuai batas dengan kekafirannya pun tergoda untuk mempertahankan kekafiran dan kemaksiatan mereka dan tidak mau meninggalkannya.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(12) Ini adalah penjelasan tentang tabiat dasar manusia, bahwa jika ditimpa kesulitan berupa penyakit atau musibah, maka dia bersungguh-sungguh berdoa, memohon kepada Allah di setiap keadaannya dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring, dia terus menerus berdoa agar Allah mengangkat kesulitannya. ﴾ فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمۡ يَدۡعُنَآ إِلَىٰ ضُرّٖ مَّسَّهُۥۚ ﴿ "Tetapi tatkala Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya." Maksudnya terus dalam kelalaiannya, berpaling dari Rabbnya seolah-olah dia tidak ditimpa kesulitan yang telah Allah hilangkan. Kezhaliman mana yang lebih besar daripada ini? Dia meminta kepada Rabbnya agar mewujudkan maksudnya, lalu ketika Dia memberikannya, maka hamba itu tidak memperhatikan hak Rabbnya seolah-olah Rabbnya tidak memiliki hak atasnya. Ini ada-lah bentuk pemberian rasa indah dari setan, dia menjadikan apa yang buruk dan busuk menurut akal dan fitrah sebagai sesuatu yang baik. ﴾ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلۡمُسۡرِفِينَ ﴿ "Begitulah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas itu", yaitu yang melanggar aturan-aturan Allah, ﴾ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ apa yang selalu mereka kerjakan."

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.