Beranda › Daftar surah › Surah Hud › Ayat 87
Tafsir Surah Hud ayat 87
قَالُوا۟ يَٰشُعَيْبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِىٓ أَمْوَٰلِنَا مَا نَشَٰٓؤُا۟ ۖ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلْحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ ٨٧
Mereka berkata, "Wahai Syu'aib! Apakah salatmu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai."[406]
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[406] Perkataan ini mereka ucapkan untuk mengejek Nabi Syu'aib -'alaihissalām-.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Kaum Syu'aib berkata, "Wahai Syu'aib! Apakah salat yang engkau laksanakan kepada Allah itu menyuruhmu agar kami meninggalkan kebiasaan kami menyembah berhala-berhala yang dahulu disembah oleh leluhur kami, dan menyuruhmu agar kami meninggalkan kebiasaan kami mengelola dan mengembangkan harta kami sesuka hati kami?! Padahal sebelum melaksanakan dakwah ini sungguh kami mengenalmu benar-benar orang yang penyantun dan berakal sehat, orang yang pandai dan bijaksana. Jadi, apa yang telah terjadi padamu?"
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(87) ﴾ قَالُوٓاْ يَٰشُعَيۡبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأۡمُرُكَ أَن نَّتۡرُكَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَآ ﴿ "Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruhmu agar kami meninggalkan tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami." Maksudnya, mereka mengatakan itu sebagai ejekan terhadap nabi mereka dan ketidak-mungkinan mengikutinya. Makna dari apa yang mereka katakan adalah bahwa laranganmu untuk kami, hanyalah mewajibkan agar kamu shalat dan beribadah kepada Allah (semata), jika kamu me-mang demikian maka apakah itu mengharuskan kami meninggal-kan tuhan yang disembah oleh nenek moyang kami karena suatu ucapan yang tak berdalil, melainkan hanya karena ia sesuai dengan-mu? Bagaimana kami mengikutimu dan meninggalkan nenek mo-yang kami orang-orang yang berakal dan berpemikiran? Begitu pula kata-katamu kepada kami, tidak mengharuskan kami melakukan pada harta kami seperti apa yang kamu katakan kepada kami berupa memenuhi takaran timbangan dan menunaikan hak-hak yang wajib padanya, akan tetapi kami tetap melakukan apa yang kami kehen-daki karena ia adalah harta kami, kamu tak memiliki hak apa pun.
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Oleh karena itu, mereka mengejeknya dengan berkata, ﴾ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلۡحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal." Maksudnya, bukankah kamu adalah orang dengan kelembutan, kasih sayang dan ketenangan yang telah menjadi sifat dan pembawaaanmu, tidak ada yang kamu lakukan kecuali kebaik-an, kamu tidak memerintahkan kecuali kebaikan dan kamu tidak melarang kecuali keburukan? Yakni perkaranya tidak begitu, mak-sud mereka adalah bahwa Syu'aib memiliki sifat yang bertentangan dengan dua sifat tersebut yaitu kebodohan dan kesesatan, jadi mak-sudnya adalah: bagaimana kamu menjadi orang yang penyantun lagi berakal sedangkan nenek moyang kami adalah orang-orang bodoh yang sesat? Kata-kata yang mereka lontarkan adalah dengan nada mengejek dan bahwa perkaranya adalah sebaliknya, tidaklah seperti yang mereka kira, justru perkaranya seperti yang mereka katakan bahwa shalatnya memintanya melarang kaumnya menyem-bah tuhan yang disembah oleh nenek moyang mereka yang sesat dan (melarang) memperbuat apa yang mereka inginkan pada harta mereka karena shalat melarang perbuatan keji dan mungkar. Ada-kah kemungkaran dan perbuatan keji yang lebih besar daripada penyembahan kepada selain Allah dan daripada mencurangi hak hamba-hamba Allah atau mencurinya dengan timbangan dan ta-karan. Syu'aiblah orang yang penyantun lagi berakal.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.