Beranda › Daftar surah › Surah Ar-Ra'd › Ayat 15
Tafsir Surah Ar-Ra'd ayat 15
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْـَٔاصَالِ ۩ ١٥
Dan semua sujud kepada Allah, baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, dan (sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Hanya kepada Allah semata seluruh apa yang ada di langit dan di bumi tunduk dengan bersujud; orang mukmin dan orang kafir dalam hal ini adalah sama, hanya saja orang mukmin tunduk dan sujud kepada Allah dengan suka rela, sementara orang kafir tunduk karena terpaksa. Fitrah orang mukmin membisikinya untuk tunduk kepada-Nya secara suka rela. Hanya kepada-Nya semua bayangan makhluk tunduk di pagi dan petang hari.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(15) Segala sesuatu yang berada di dalam langit dan bumi tunduk patuh kepada Rabbnya, sujud kepadaNya ﴾ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا ﴿ "baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa," maka sikap sukarela adalah bagi orang yang melakukan sujud dan tunduk patuh atas keinginan sendiri sebagaimana (tunduknya) kaum Mukminin. Sementara ke-terpaksaan adalah bagi orang yang menyombongkan diri dari ber-ibadah kepada Rabbnya. Padahal kondisi dan fitrahnya mendusta-kannya dalam hal tersebut. ﴾ وَظِلَٰلُهُم بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ۩ ﴿ "Dan bayang-bayang-nya di waktu pagi dan waktu petang sujud pula," dan bayang-bayang para makhluk di permulaan hari dan penghujungnya bersujud pula. Cara bersujud masing-masing makhluk sesuai dengan kondisinya sebagaimana yang difirmankan oleh Allah تعالى,
﴾ وَإِن مِّن شَيۡءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمۡدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفۡقَهُونَ تَسۡبِيحَهُمۡۚ ﴿
"Dan tiada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, akan tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka." (Al-Isra`: 44).
Apabila setiap makhluk telah bersujud kepada Rabbnya, baik dengan sukarela atau terpaksa, maka Dia-lah sesembahan yang benar, Dzat yang disembah lagi terpuji dengan sebenarnya. Maka, label ketuhanan bagi selainnya adalah batil. 9
Oleh karenanya, Dia menyebutkan kebatilan ketuhanan bagi selainNya, dan mengetengahkan sejumlah buktinya dengan berfirman,
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.