Beranda › Daftar surah › Surah An-Nahl › Ayat 35

Tafsir Surah An-Nahl ayat 35

  • Ayat 35 dari 128
  • Juz 14
  • Makkiyah
  • 16:35

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ لَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا عَبَدْنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍ نَّحْنُ وَلَآ ءَابَآؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ فَهَلْ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ ۝٣٥

Dan orang musyrik berkata, "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya." Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

16:35

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Orang-orang yang menyandingkan selain Allah dengan Allah dalam ibadah berkata, “Seandainya Allah berkehendak agar kami menyembah-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu selain-Nya niscaya kami semua tidak menyembah selain-Nya bersama-Nya, baik kami maupun nenek moyang kami sebelum kami. Seandainya Allah berkehendak agar kami tidak mengharamkan sesuatu niscaya kami tidak mengharamkannya.” Hujah batil seperti ini diucapkan oleh orang-orang kafir terdahulu. Tugas para rasul hanya menyampaikan dengan jelas ajaran yang mereka diperintahkan agar menyampaikannya dan mereka telah melakukannya dengan baik. Tidak ada hujah bagi orang-orang kafir dalam beralasan dengan takdir sesudah Allah memberi mereka kehendak dan keinginan di samping telah mengutus para rasul kepada mereka.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(35) Kaum musyrikin membela diri atas tindakan syirik mereka dengan (dalih) masyi`atullah (kehendak Allah). Bahwa, se-kiranya Allah tidak menghendaki, niscaya mereka tidak akan ber-buat syirik dan tidak mengharamkan sesuatu apa pun dari binatang-binatang ternak yang Allah halalkan. Seperti mengharamkan bahi-rah[16], washilah[17], ham[18] dan binatang lain bukan karena Allah. Ini me-rupakan argumentasi yang batil. Sekiranya pembelaan jenis ini tepat, niscaya Allah tidak akan menghukum orang-orang sebelum mereka yang telah menyekutukan suatu obyek denganNya. Allah meng-hukum mereka dengan siksa yang sangat berat. Seandainya Allah menyukai praktik itu, maka Dia tidak menyiksa mereka.

Tidaklah maksud mereka dengan ungkapan itu melainkan untuk menampik kebenaran yang dibawa oleh para rasul. Kalau tidak untuk tujuan demikian, sebetulnya mereka itu mengetahui bahwa tidak ada hujjah (pembelaan diri) bagi mereka untuk meng-gugat Allah. Allah sudah memerintahkan dan melarang mereka, serta memudahkan mereka untuk menjalankan beban yang mesti mereka pikul. Dia telah menciptakan kekuatan dan kehendak bagi mereka yang menjadi sumber perbuatan mereka. Gugatan mereka dengan menggunakan (dalih) ketentuan qadha dan qadar adalah termasuk kebatilan yang fatal. Demikianlah, dengan inderanya, se-tiap orang mengetahui kemampuan orang lain untuk mengerjakan sebuah perbuatan yang ia inginkan tanpa ada pihak yang mengham-batnya. Maka, mereka telah menggabungkan antara sikap pendus-taan kepada Allah dan pendustaan terhadap para rasul dan pen-dustaan terhadap perkara-perkara yang dapat dicerna oleh akal dan indera.

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

﴾ فَهَلۡ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ ﴿ "Maka tidaklah kewajiban atas para rasul, melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang," yaitu yang jelas lagi tampak yang sampai menembus ke dalam hati, dan yang tidak menyisakan alasan bagi seseorang di hadapan Allah. Apabila para rasul telah menyampaikan kepada mereka perintah dan lara-ngan yang berasal dari Rabb mereka, -sementara mereka mengelak di hadapan para rasul dengan argumentasi bahwa takdir telah ter-tuliskan– maka tidak ada wewenang bagi para rasul sedikit pun. Perhitungan tentang mereka di sisi Allah r.

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.