Beranda › Daftar surah › Surah Al-Isra › Ayat 23
Tafsir Surah Al-Isra ayat 23
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ٢٣
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik[471]
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[471] Mengucapkan kata "ah" kepada orang tua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Tuhanmu telah memerintahkan dan mewajibkanmu -wahai hamba Allah- agar tidak menyembah selain-Nya, serta memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama ketika mereka telah berusia lanjut. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka janganlah sekali-kali engkau mengeluh dari mereka dengan kata-kata yang menyakiti mereka, dan jangan pula membentak dan berkata kasar kepada keduanya, namun ucapkanlah kepada mereka perkataan baik yang penuh lembut dan santun.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(23) Ketika Allah melarang perbuatan syirik, maka Dia me-merintahkan untuk bertauhid, seraya berfirman, ﴾ وَقَضَىٰ رَبُّكَ ﴿ "Dan Rabbmu telah memerintahkan," dengan ketetapan agama dan memerin-tahkan dengan perintah syar'i (yang berhubungan dengan mahabbah Allah terhadap perintah tersebut. Pent.) ﴾ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ ﴿ "janganlah kalian menyembah," siapa pun dari penduduk bumi ataupun langit, yang masih hidup maupun yang sudah mati ﴾ إِلَّآ إِيَّاهُ ﴿ "kecuali kepadaNya," karena Dia-lah Mahatunggal, Maha Esa dan Satu, tempat bergan-tung, yang memiliki semua sifat kesempurnaan, (dan memiliki sifat) paling agung di antara sifat-sifat yang sempurna itu dalam bentuk tingkatan yang tidak ada satu makhluk pun yang menyeru-paiNya. Dia-lah Pemberi nikmat lahiriyah dan batiniyah, Dzat yang mampu menolak semua siksaan, Yang Menciptakan, Pemberi rizki dan Pengatur segala urusan. Dia Esa dengan segala sifat itu. Adapun selain Allah, maka tidak ada yang memiliki sedikit pun dari sifat-sifat tersebut.
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Setelah menyebutkan hak-hakNya, Allah kemudian menyebut-kan masalah pelaksanaan hak kedua orang tua dengan FirmanNya, ﴾ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ ﴿ "Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya," maksudnya berbuatlah kebaikan kepada orang tua dengan segala bentuk kebaktian yang bersifat perkataan ataupun perbuatan. Hal ini dikarenakan mereka merupakan penye-bab munculnya seseorang di dunia ini. Mereka mempunyai rasa kecintaan dan keinginan berbuat baik serta kedekatan kepada anak yang menorehkan tuntutan semakin kuatnya hak mereka dan se-makin wajibnya berbakti kepada mereka.
﴾ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا ﴿ "Jika salah seorang di antara ke-duanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaan-mu," maksudnya apabila keduanya telah memasuki usia (lanjut), saat kekuatan mereka mulai melemah, dan membutuhkan sikap kelembutan dan baik dalam kadar yang sudah semestinya ﴾ فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ ﴿ "maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan, 'Ah'." Ini adalah bentuk gangguan yang paling ringan, Allah memperingatkan dengan bentuk gangguan ini terhadap jenis gangguan lain (yang lebih besar). Pengertiannya, janganlah kamu menyakiti keduanya dengan gangguan sekecil apa pun, ﴾ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا ﴿ "dan janganlah kamu membentak mereka," maksudnya janganlah meng-gertak dan berkata kepada keduanya dengan kata-kata yang kasar.
﴾ وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا ﴿ "Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia," dengan ungkapan yang mereka sukai dengan penuh sopan-santun, dengan omongan yang lemah-lembut nan elok, yang menye-jukkan hati dan menentramkan jiwa mereka. Semuanya itu disesuai-kan dengan situasi dan kondisi serta masa.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.