Beranda › Daftar surah › Surah Taha › Ayat 77
Tafsir Surah Taha ayat 77
وَلَقَدْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِى فَٱضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِى ٱلْبَحْرِ يَبَسًا لَّا تَخَٰفُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰ ٧٧
Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu,[518] (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam)."
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[518] Memukul laut itu dengan tongkat. Lihat Asy-Syu'arā` (26) : 63.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Sungguh telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku dari negeri Mesir pada malam hari agar tidak diketahui oleh seorang pun dan buatkanlah bagi mereka jalanan yang kering di lautan dengan memukulkan tongkatmu pada laut itu, engkau tidak perlu khawatir akan disusul oleh Firaun dan bala tentaranya dan tidak perlu khawatir akan tenggelam ke dasar laut."
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(77-79) Setelah Musa unggul dengan bukti-bukti kebe-narannya atas Fir'aun dan kaumnya, maka beliau menetap di Mesir guna menyeru mereka ke pangkuan Islam, mengusahakan penye-lamatan Bani Isra`il dari Fir'aun dan siksanya. Sementara itu, Fir'aun masih dalam penentangan dan antipatinya. Sepak terjangnya mem-beratkan Bani Isra`il. Allah telah memperlihatkan kepada Musa tanda-tanda kebesaranNya dan pelajaran-pelajaran penting yang telah Allah ceritakan kepada kita sekalian dalam al-Qur`an.
Adapun Bani Isra`il tidak berdaya untuk memperlihatkan keimanan mereka dan memproklamirkannya. Mereka menjadikan rumah-rumah mereka sebagai tempat ibadah, menahan kesabaran dari bahaya Fir'aun dan gangguannya. Maka, Allah berkehendak menyelamatkan mereka dari musuh mereka dan menempatkan mereka di dunia ini sebagai penguasa. Tujuannya, supaya mereka menyembahNya dengan terang-terangan dan menegakkan perin-tahNya. Maka Allah mewahyukan kepada NabiNya, Musa agar membuat janji kepada Bani Isra`il secara rahasia dan berjalan di awal malam hingga mereka dapat menempuh jarak yang jauh di bumi. Allah (juga) mengabarkan bahwa Fir'aun dan kaumnya akan mengejarnya. Maka mereka pun keluar di permulaan malam, semua orang dari kalangan Bani Isra`il (kaum lelaki), [mereka] dan wanita-wanita serta keturunan-keturunan mereka.
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Pada pagi harinya, para penduduk Mesir tidak menjumpai di tengah mereka ada orang yang menyeru dan orang yang menja-wab dari kalangan Bani Isra`il. Geramlah musuh mereka, Fir'aun. Maka dia mengutus utusan di Mada`in untuk mengumpulkan orang-orang dan memprovokasi mereka untuk mau mengejar Bani Isra`il, [untuk menimpakan (hukuman) pada Bani Isra`il dan me-lampiaskan kemurkaannya. Namun, Allah mengalahkan ambisinya. Terkumpullah pasukan Fir'aun. Maka Fir'aun merangsek berjalan bersama mereka untuk membuntuti Bani Isra`il]. Mereka berhasil menyusul Bani Isra`il di waktu matahari terbit. Ketika dua kelom-pok sudah dapat saling menyaksikan kelompok lainnya, para pengikut Musa berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar akan ter-susul." Mereka pun dilanda kegelisahan dan ketakutan. Sementara itu, lautanlah yang ada di hadapan mereka, sedangkan Fir'aun (bersama pasukannya) berada di belakang mereka, dengan penuh marah dan murka kepada mereka. Adapun Musa, maka beliau dalam keadaan hati yang tenang, pikiran yang tentram, percaya dengan janji Rabbnya. Beliau berkata,
﴾ كـَلَّآۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ 62 ﴿
"Sekali-kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya Rabbku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (Asy-Syua'ara: 62).
Kemudian Allah mewahyukan kepada beliau untuk memu-kulkan tongkatnya ke lautan. Beliau pun melakukannya. Maka terbelahlah dua belas jalan, air terlihat bagaikan gunung-gunung yang tinggi di sisi kanan dan kiri jalan. Allah mengeringkan jalan-jalan mereka yang mana air laut menyingkir darinya. Allah meme-rintahkan mereka agar tidak merasa khawatir akan kejaran Fir'aun dan agar tidak takut tenggelam di laut.
Kemudian mereka melintasi jalan-jalan itu. Fir'aun dan pasu-kannya tiba lalu mengikuti di belakang mereka. Sampai akhirnya, seluruh kaum Musa telah berhasil keluar dari laut, sedangkan para pengikut Fir'aun masih berada di dalamnya. (Saat itulah) Allah memerintahkan lautan untuk menyatu hingga melumat mereka. Lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. Semuanya tenggelam. Tidak ada seorang pun yang selamat. Bani Isra`il menyaksikan (kehancuran) musuh mereka.
Allah telah menyejukkan pandangan mereka dengan (melihat) kehancuran musuh. Inilah kesudahan kekufuran, kesesatan, dan keengganan memegangi hidayah Allah.
Karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَأَضَلَّ فِرۡعَوۡنُ قَوۡمَهُۥ ﴿ "Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya," dengan cara mempercantik gambaran keku-furan pada mereka dan mencoreng syariat yang dibawa oleh Musa serta pelecehannya terhadap mereka. Fir'aun tidak memberikan hidayah kepada mereka dalam kesempatan apapun. Akibatnya, dia menjerumuskan mereka di lembah-lembah kekeliruan dan kese-satan, lantas menjebloskan mereka ke tempat siksa dan hukuman.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.