Beranda › Daftar surah › Surah Al-Anbya › Ayat 36

Tafsir Surah Al-Anbya ayat 36

  • Ayat 36 dari 112
  • Juz 17
  • Makkiyah
  • 21:36

وَإِذَا رَءَاكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا ٱلَّذِى يَذْكُرُ ءَالِهَتَكُمْ وَهُم بِذِكْرِ ٱلرَّحْمَٰنِ هُمْ كَٰفِرُونَ ۝٣٦

Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?" Padahal mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

21:36

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Apabila orang-orang musyrik itu melihatmu -wahai Rasul-, mereka hanya memperlakukan dirimu sebagai bahan ejekan agar menjauhkan pengikut-pengikut mereka darimu dengan mengatakan, "Inikah orang yang mencela tuhan-tuhan yang kalian sembah?" Padahal, di samping mengejekmu mereka juga adalah orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Al-Qur`ān yang Allah turunkan kepada mereka dan ingkar terhadap nikmat yang Dia karuniakan pada mereka. Sebab itu, mereka lebih pantas mendapat cela lantaran mengumpulkan semua keburukan dalam diri mereka.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(36) Ini lantaran dahsyatnya kekufuran mereka. Kaum musyrikin jika menyaksikan Rasulullah, niscaya mereka mengolok-olok beliau dengan berkata, ﴾ أَهَٰذَا ٱلَّذِي يَذۡكُرُ ءَالِهَتَكُمۡ ﴿ "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu," maksudnya apakah orang hina ini –menurut pandangan mereka– yang mencela tuhan-tuhan kalian, memaki dan menghinanya. Maknanya, janganlah kalian pedulikan dia, dan jangan mengerubutinya. Kejadian ini merupakan bentuk pengolokan dan penghinaan terhadap beliau dengan aspek yang menjadi kesempurnaan beliau.

Beliau adalah insan yang paling sempurna dan paling utama. Di antara keutamaan dan ketinggian akhlak beliau, yaitu mengikh-laskan ibadah hanya kepada Allah, mencela segala yang disembah selain Allah dan mendiskreditkannya, serta menyebutkan posisi Allah dan (ketinggian) kedudukanNya. Akan tetapi, justru obyek olokan dan hinaan (yang pantas) adalah (kepada) orang-orang kafir yang telah menghimpun setiap perilaku tercela. Sekiranya tidak ada pada mereka kecuali kekufuran mereka kepada Rabb dan peng-ingkaran terhadap para utusanNya, maka dengan hal itu cukup sudah membuat mereka menjadi makhluk-makhluk yang paling nista dan paling hina. Kendatipun demikian, penyebutan mereka tentang ar-Rahman (yang merupakan kondisi terbaik mereka) ada-lah keadaan kafir mereka kepada Allah. Pasalnya tidaklah mereka menyebutkan nama ini dan tidak mengimaniNya melainkan dalam keadaan menyekutukanNya dengan makhluk lain. Maka ucapan dzikir mereka merupakan bentuk kekufuran dan kesyirikan. Lalu bagaimana halnya dengan tindakan-tindakan lainnya?

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ وَهُم بِذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ هُمۡ كَٰفِرُونَ 36 ﴿ "Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah." Dalam penyebutan nama Allah ar-Rahman me-ngandung petunjuk betapa buruknya perilaku mereka. Bagaimana bisa mereka bersikap kepada ar-Rahman –Dzat yang mencurahkan segala kenikmatan dan menyingkirkan segala malapetaka yang mana tidak ada kenikmatan pada hamba-hamba melainkan pasti berasal dariNya, dan tidak dapat menghalau kejelekan selainNya– dengan sikap kekufuran dan kesyirikan.

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.