Beranda › Daftar surah › Surah Al-Hajj › Ayat 11
Tafsir Surah Al-Hajj ayat 11
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ ١١
Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi,[539] maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang.[540] Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[539] Tidak dengan penuh keyakinan.
[540] Kembali kafir lagi.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Di antara manusia juga ada orang yang bimbang, dia menyembah Allah dalam keadaan ragu. Apabila ia memperoleh kebaikan berupa kesehatan dan kekayaan, ia akan terus beriman dan beribadah kepada Allah, namun apabila ia memperoleh suatu cobaan berupa penyakit atau kemiskinan, ia akan putus asa dari agamanya hingga murtad. Sungguh dia rugi di dunia, kekafirannya tidak akan menambahnya dari bagian harta dunia yang tidak ditetapkan baginya, dan ia juga rugi di akhirat kelak karena adanya azab Allah yang akan menimpanya. Hal yang demikian ini merupakan kerugian yang nyata.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(11) Maksudnya, ada sebagian manusia yang lemah ke-imanannya. Keimanannya belum memasuki relung hatinya, dan pancaran cahayanya belum melapisinya, akan tetapi keimanan ma-suk padanya, baik lantaran rasa takut maupun (biasanya) keadaan imannya tidak teguh saat berhadapan dengan bermacam cobaan. ﴾ فَإِنۡ أَصَابَهُۥ خَيۡرٌ ٱطۡمَأَنَّ بِهِۦۖ ﴿ "Maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu." Maksudnya jika (curahan) rizki kontinyu baginya dengan melimpah, tidak terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan (bencana) padanya, maka dia begitu puas dengan kebaikan ter-sebut, bukan (tenang) karena keimanannya. Orang semacam ini, mungkin saja Allah membebaskannya (dari ujian), tidak menebar fitnah baginya yang berpotensi membelokkannya dari agamanya. ﴾ وَإِنۡ أَصَابَتۡهُ فِتۡنَةٌ ﴿ "Dan jika dia ditimpa oleh suatu bencana," berupa peris-tiwa yang tidak baik, atau lenyapnya sesuatu yang dicintai, (maka) ﴾ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ ﴿ "berbaliklah dia ke belakang," maksudnya dia murtad (keluar) dari agamanya. ﴾ خَسِرَ ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةَۚ ﴿ "Rugilah ia di dunia dan akhirat." Tentang kerugian di dunia, maka dia tidak meraih apa yang dia idam-idamkan melalui murtadnya, yang mana ia menjadi-kan (sikap) murtadnya sebagai modal dan sebagai barang barter dari angan-angan yang diduganya bisa didapatkan. Usahanya gagal. Tidak ada yang berhasil ia rengkuh melainkan bagian yang telah ditetapkan baginya.
Mengenai kerugian di akhirat, maka sangat jelas. Ia terhalangi dari surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Dan dia dipastikan masuk neraka. ﴾ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ 11 ﴿ "Yang demikian itu adalah ke-rugian yang nyata," yaitu yang jelas dan nyata.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.