Beranda › Daftar surah › Surah Al-Hajj › Ayat 25

Tafsir Surah Al-Hajj ayat 25

  • Ayat 25 dari 78
  • Juz 17
  • Madaniyah
  • 22:25

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ٱلَّذِى جَعَلْنَٰهُ لِلنَّاسِ سَوَآءً ٱلْعَٰكِفُ فِيهِ وَٱلْبَادِ ۚ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍۭ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ۝٢٥

Sungguh, orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidil Haram yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar. Dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya, niscaya akan kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

22:25

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah, yang menghalangi manusia agar tidak masuk ke dalam Islam, dan menghalangi mereka dari mendatangi Masjidilharam seperti yang dilakukan orang-orang musyrik pada tahun peristiwa Hudaibiyah, niscaya akan Kami timpakan kepada mereka azab yang pedih. Masjid itu yang Kami jadikan sebagai kiblat bagi manusia dalam salat mereka dan sebagai tempat tawaf mereka dalam ibadah haji atau umrah sama-sama terbuka untuk penduduk Makkah dan bagi siapa saja yang datang dari luar Makkah. Barang siapa sengaja bermaksud menyimpang dari kebenaran dengan melakukan maksiat di dalamnya, niscaya Kami akan timpakan padanya azab yang pedih.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(25) Allah تعالى memberitahukan mengenai kebusukan sikap kaum musyrikin dan kaum kafir terhadap Rabb mereka. Mereka telah menggabungkan antara kekufuran kepada Allah dan para RasulNya dengan usaha pembendungan (orang lain) dari jalan Allah, menghambat orang dari keimanan, dan menghalang-halangi dari Masjidil Haram yang bukan hak milik mereka ataupun milik nenek moyang mereka. Manusia di dalamnya benar-benar sedera-jat, baik orang yang menetap di sana ataupun pendatang. Bahkan mereka telah menghalangi orang yang terbaik, Muhammad dan para sahabat beliau. Padahal, termasuk bagian dari kesucian, peng-hormatan dan kebesaran Masjidil Haram, b a h w a ﴾ وَمَن يُرِدۡ فِيهِ بِإِلۡحَادِۭ بِظُلۡمٖ نُّذِقۡهُ مِنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ 25 ﴿ "barangsiapa yang bermaksud di dalamnya mela-kukan kejahatan secara zhalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih," maka hanya bentuk keinginan semata-mata saja untuk berbuat aniaya dan ilhad (maksiat) di wilayah Haram dapat mendatangkan siksaan, walaupun di tempat lainnya, seorang hamba tidak dikenai hukuman kecuali setelah mengerja-kan kezhaliman (tidak sekedar niat saja). Lalu bagaimana dengan orang yang berbuat tindakan zhalim yang paling buruk, seperti kekufuran, syirik dan menghalangi orang dari jalan Allah, serta mencegah perjalanan orang yang akan mengunjunginya? Menurut mereka, apa tindakan yang akan Allah perbuat terhadap mereka?

Dalam ayat yang mulia ini, terdapat kesimpulan wajibnya menghormati kota Haram dan tingginya tingkat pengagungan terhadapnya, serta peringatan dari niatan untuk berbuat maksiat di dalamnya dan merealisasikannya.

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.