Beranda › Daftar surah › Surah An-Nur › Ayat 35
Tafsir Surah An-Nur ayat 35 — Ayat Nur
۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ ٣٥
Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus,[563] yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat,[564] yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[563] “Lubang yang tidak tembus” (misykāt), ialah suatu lubang di dinding rumah yang tidak tembus sampai ke sebelahnya, biasanya digunakan untuk tempat lampu, atau barang-barang lain.
[564] Pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit, ia mendapat sinar matahari baik pada waktu matahari terbit maupun ketika akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Allah adalah cahaya langit dan bumi dan pemberi petunjuk kepada semua makhluk yang tinggal pada keduanya. Perumpamaan cahaya Allah dalam hati seorang mukmin adalah seperti satu lubang yang tak tembus di suatu dinding yang di dalamnya ada pelita. Pelita itu ditempatkan dalam kaca bening seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, ia dinyalakan dengan minyak yang berasal dari pohon yang berkah, yaitu pohon zaitun yang tumbuh di tempat yang tidak dihalangi oleh sesuatu pun dari sinar matahari, baik di pagi atau sore hari. Lantaran kemurnian minyaknya maka ia hampir saja bercahaya dan menerangi walaupun tidak disentuh api, lalu bagaimana bila disentuh oleh api?! Cahaya lampu berada dalam cahaya kaca (cahaya yang berlapis-lapis). Beginilah perumpamaan hati seorang mukmin bila di dalamnya bersinar cahaya petunjuk. Allah membimbing kepada cahaya-Nya, yaitu Al-Qur`ān siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Allah menjelaskan banyak perkara dengan membuat perumpamaan-perumpamaan dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(35) ﴾ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi," yang inderawi dan non inderawi. Demikian itu, karena Dzat Allah sendiri adalah cahaya, tiraiNya merupakan cahaya, bila Allah menyingkapnya, niscaya pancaran (sinar) wajah-Nya akan membakar makhluk-makhluk sejauh pandangan mata-Nya memandang. Dengan (cahaya)Nya, maka Arasy, al-Kursi, matahari dan bulan bercahaya. Surga menjadi terang dengan (ca-haya)Nya. Begitu pula [cahaya] yang non inderawi yang kembali bersumber kepada Allah. KitabNya adalah cahaya, syariatNya adalah cahaya, iman dan ma'rifah yang ada di dalam hati para Rasul dan para hambaNya yang beriman adalah cahaya. Sekiranya tidak ada cahaya Allah, maka kegelapan-kegelapan akan bertumpuk-tumpuk.
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Oleh karena itu, semua tempat yang kehilangan cahayaNya, maka di sanalah kegelapan dan pemasungan. ﴾ مَثَلُ نُورِهِۦ ﴿ "Perumpa-maan cahaya Allah," yang memandu kepadaNya; yaitu cahaya iman dan al-Qur`an dalam hati orang-orang Mukmin ﴾ كَمِشۡكَوٰةٖ ﴿ "seperti sebuah lubang (yang tak tembus)," lubang dinding ﴾ فِيهَا مِصۡبَاحٌۖ ﴿ "yang di dalamnya ada pelita besar," karena lubang dinding menghimpun cahaya dari lampu sehingga tidak tercerai-berai, membias. Hal itu karena ﴾ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِي زُجَاجَةٍۖ ٱلزُّجَاجَةُ ﴿ "pelita itu di dalam kaca, (dan) kaca itu," lantaran kejernihan dan keindahannya ﴾ كَأَنَّهَا كَوۡكَبٞ دُرِّيّٞ ﴿ "seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara," maksudnya bersinar seperti batu mutiara ﴾ يُوقَدُ ﴿ "yang dinyalakan," lampu tersebut yang terdapat di dalam kaca yang bening dinyalakan ﴾ مِن شَجَرَةٖ مُّبَٰرَكَةٖ زَيۡتُونَةٖ ﴿ "dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun," maksudnya dinyalakan dengan minyak zaitun yang cahayanya merupakan cahaya yang paling cemerlang ﴾ لَّا شَرۡقِيَّةٖ ﴿ "tidak di sebelah timur (se-suatu)," saja, hingga tidak terkena (pancaran) matahari di akhir siang ﴾ وَلَا غَرۡبِيَّةٖ ﴿ "tidak pula di sebelah barat(nya)," saja, hingga tidak terkena matahari [di akhir][21] siang.
Bila dua kondisi tersebut tidak ada, maka ia berada di tengah dari bumi, seperti zaitun dari wilayah Syam, yang terkena matahari pada permulaan siang dan penghujungnya, sehingga bertambah baik dan bagus serta berdampak pada perolehan minyaknya yang lebih jernih. Karena itu, Allah mengatakan, ﴾ يَكَادُ زَيۡتُهَا ﴿ "Yang mi-nyaknya (saja) hampir-hampir," karena kejernihannya ﴾ يُضِيٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٞۚ ﴿ "menerangi, walaupun tidak disentuh api," lalu bila terkena api, maka akan semakin menerangi. ﴾ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٖۚ ﴿ "Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis)," cahaya dari api dan cahaya dari minyak.
Sisi (persamaan) dari permisalan ini yang mana Allah memi-salkan dan menerapkannya pada keadaan seorang Mukmin yang mana cahaya Allah yang berada dalam hatinya, bahwasanya fitrah Mukmin itu yang mana dia diciptakan dalam bentuknya adalah seperti kedudukan minyak yang sangat jernih. Fitrah Mukmin itu jernih, telah siap untuk (menerima) ajaran-ajaran ilahi dan amal yang disyariatkan. Lalu, apabila ilmu dan iman telah menembus hatinya, maka cahaya yang ada dalam hatinya akan menyala se-bagaimana nyala api di lentera yang ada di dalam lampu tersebut. Hatinya jernih dari tujuan jelek dan pemahaman yang jelek tentang Allah. Bila keimanan telah sampai kepadanya, niscaya akan menyi-nari dengan pancaran yang besar karena sterilitasnya dari kotoran-kotoran. Hal ini ibarat beningnya kaca yang bersinar, sehingga akan terkumpullah padanya cahaya fitrah, cahaya iman, cahaya ilmu dan beningnya ma'rifah, cahaya di atas cahaya yang lain.
Tatkala ini berasal dari cahaya Allah, sementara tidak setiap orang pantas menerimanya, maka Allah berfirman, ﴾ يَهۡدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُۚ ﴿ "Allah membimbing siapa yang Dia kehendaki kepada cahayaNya," dari orang-orang yang diketahui kesucian dan kebersihannya, dia bersih dan tumbuh bersamaNya. ﴾ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ لِلنَّاسِۗ ﴿ "Dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia," supaya mereka berpikir dan dapat memahami, sebagai (cerminan) kelembutan dari Allah dan kebaikanNya kepada mereka, supaya semakin jelas kebenaran dari kebatilan. Karena permisalan-permisalan dapat mendekatkan makna yang masih abstrak kepada makna yang dapat dicerna panca indera. Sehingga para hamba mengetahuinya de-ngan sejelas-jelasnya. ﴾ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Ilmunya mencakup segala sesuatu, supaya kalian mengetahui bahwa permisalan yang dipaparkan adalah permisalan oleh Dzat yang mengetahui hakikat-hakikat permasalahan dan perinciannya, dan itu merupakan kemaslahatan bagi para hamba. Maka hendaknya kesibukan kalian (diungkapkan) dengan cara menghayati dan selalu berhubungan dengannya, bukan dengan cara berpaling dan menentangnya. Karena sesungguhnya Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahuinya.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.