Beranda › Daftar surah › Surah An-Nur › Ayat 50
Tafsir Surah An-Nur ayat 50
أَفِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَمِ ٱرْتَابُوٓا۟ أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُۥ ۚ بَلْ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٥٠
Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Apakah dalam hati mereka ada penyakit yang terus-menerus menjangkitinya ataukah karena mereka ragu-ragu bahwa dia itu Rasulullah ataukah karena mereka takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim dalam menetapkan hukuman kepada mereka? Sungguh semua yang disebutkan ini bukanlah sebab berpalingnya mereka, namun sebabnya adalah penyakit yang ada dalam diri mereka yang disebabkan oleh sikap berpaling dan pembangkangan mereka dari hukum Rasulullah.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(50) Allah berfirman dalam nada celaan terhadap mereka atas pembelokan mereka dari hukum syar'i ﴾ أَفِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ ﴿ "Apakah dalam hati mereka ada penyakit," yaitu penyakit yang mengeluarkan hati dari kesehatannya, menghilangkan sensitivitasnya, sehingga dia bagaikan orang yang sakit yang menolak hal-hal yang ber-manfaat bagi dirinya dan (justru) mengarah kepada sesuatu yang dapat mencelakakannya ﴾ أَمِ ٱرۡتَابُوٓاْ ﴿ "atau (karena) mereka ragu-ragu," maksudnya mereka ragu dan hati mereka bimbang mengenai hukum Allah dan RasulNya, dan mereka melancarkan tuduhan bahwa RasulNya tidak menghukumi secara benar, ﴾ أَمۡ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ وَرَسُولُهُۥۚ ﴿ "ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan RasulNya berlaku zhalim kepada mereka," maksudnya menetapkan keputusan hukum atas mereka dengan hukuman yang zhalim dan curang. Sesung-guhnya, inilah sifat-sifat mereka, ﴾ بَلۡ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ﴿ "sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zhalim." Adapun hukum Allah dan RasulNya, pastilah berada di level puncak keadilan dan kebenaran serta selaras dengan hikmah. Allah berfirman,
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
﴾ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكۡمٗا لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ 50 ﴿
"Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin." (Al-Ma`idah: 50).
Pada ayat-ayat ini terdapat dalil bahwa iman tidaklah seke-dar ucapan (sehingga perlu disertai dengan amalan). Karena itu, Allah meniadakan keimanan dari seseorang yang telah berpaling dari ketaatan dan kewajiban tunduk kepada hukum Allah dan RasulNya pada setiap keadaan, dan bahwasanya orang yang tidak patuh kepadanya (hukum itu), menandakan (eksistensi) penyakit pada hatinya dan keraguan dalam keimanannya, dan bahwa diha-ramkan berburuk sangka terhadap hukum-hukum syariat, dengan menyangka bahwa hukum syariat berseberangan dengan spirit keadilan dan hikmah.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.