Beranda › Daftar surah › Surah Al-Furqan › Ayat 3

Tafsir Surah Al-Furqan ayat 3

  • Ayat 3 dari 77
  • Juz 18
  • Makkiyah
  • 25:3

وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً لَّا يَخْلُقُونَ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَوٰةً وَلَا نُشُورًا ۝٣

Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan, dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

25:3

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Orang-orang musyrik itu menjadikan tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, tuhan-tuhan tersebut tidak bisa menciptakan apa pun, baik yang besar maupun yang kecil, bahkan mereka sendiri diciptakan. Allah telah menciptakan mereka dari asalnya yang tidak ada, mereka tidak kuasa untuk menolak suatu mudarat dari diri mereka, tidak kuasa untuk mendatangkan suatu manfaat, mereka juga tidak kuasa mematikan makhluk hidup, menghidupkan makhluk mati, dan tidak pula membangkitkan orang-orang mati dari kuburnya.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(3) Maksudnya, di antara yang sangat aneh dan bukti yang paling pasti atas kedunguan mereka dan kepicikan akal mereka, bahkan paling menunjukkan kepada kezhaliman dan kelancangan mereka kepada Rabb mereka adalah mereka mengangkat sem-bahan-sembahan yang sifatnya benar-benar berada pada puncak ketidakberdayaan, yaitu mereka (sembahan-sembahan itu) sama sekali tidak mampu menciptakan sesuatu apa pun, bahkan mereka sendiri adalah makhluk ciptaan, bahkan sebagian di antara sem-bahan-sembahan itu ada yang dibuat oleh tangan mereka (para penyembah itu)! ﴾ وَلَا يَمۡلِكُونَ لِأَنفُسِهِمۡ ضَرّٗا وَلَا نَفۡعٗا ﴿ "Dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan," yakni kemanfaatan sedikit maupun banyak. Sebab kata (dharran dan naf`an. pent) berbentuk nakirah (indefinit noun) dalam bentuk nafi (kalimat negatif). ﴾ وَلَا يَمۡلِكُونَ مَوۡتٗا وَلَا حَيَوٰةٗ وَلَا نُشُورٗا ﴿ "Dan tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." Maksudnya, menghidupkan kembali sesudah ke-matian.

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

Maka ketetapan akal sehat yang paling mendasar menyata-kan kebatilan dan kerusakan ketuhanan dari sembahan-sembahan tersebut, dan kerusakan akal orang-orang yang menjadikannya sebagai sembahan dan sekutu bagi Sang Pencipta semua makhluk tanpa persekutuan bagiNya dalam menciptakannya, yaitu (Pencipta) yang di TanganNya-lah manfaat, bahaya, pemberian (sesuatu) dan pencegahan(nya), yang menghidupkan, mematikan dan membang-kitkan kembali orang-orang yang ada di dalam kubur serta meng-himpun mereka pada Hari Kebangkitan.

Sesungguhnya Dia telah menciptakan bagi mereka dua tem-pat tinggal: tempat kesengsaraan, kehinaan dan hukuman bagi siapa saja yang menyembah sembahan selain Allah, dan tempat kemenangan, kebahagiaan dan kenikmatan abadi untuk siapa saja yang (hanya) menjadikan Allah semata sebagai sembahannya.

Setelah Allah memutuskan dengan dalil (argumen) yang pasti lagi sangat jelas kebenaran tauhid dan kebatilan lawannya (syirik), maka Allah menegaskan kebenaran kerasulan (Nabi Muhammad a. Pent.) dan kebatilan perkataan orang yang menentang dan membangkang terhadapnya, seraya berfirman,

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.