Beranda › Daftar surah › Surah Al-Qasas › Ayat 76
Tafsir Surah Al-Qasas ayat 76
۞ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ مِنَ ٱلْكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلْعُصْبَةِ أُو۟لِى ٱلْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُۥ قَوْمُهُۥ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْفَرِحِينَ ٧٦
Sesungguhnya Karun termasuk kaum Musa,[615] tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaraan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, "Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri."
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[615] Karun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa -'alaihissalām-.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Sesungguhnya Karun itu dari kaum Musa -'alaihissalām-, lalu ia berlaku sombong terhadap mereka. Kami telah memberinya perbendaharaan harta yang kunci-kunci lemari tempat menyimpan hartanya terasa berat bagi sekumpulan orang-orang kuat untuk memikulnya. Suatu saat kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah kamu bergembira dengan berlebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang bergembira dengan sombong, justru Allah memurkainya dan menyiksanya karena hal itu.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(76) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kondisi Qarun, apa yang telah dia perbuat, apa yang ditimpakan terhadapnya, dia telah diberi nasihat dan ditegur. Allah berfirman, ﴾ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوۡمِ مُوسَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa," maksudnya, dari bangsa Isra`il, yaitu orang-orang yang mampu mengungguli ma-nusia lainnya dan melebihi mereka di zamannya. Allah telah meng-anugerahkan kepada mereka segala sesuatu yang telah dianugerah-kanNya. Pada awalnya keadaan mereka selaras dengan (keadaan) istiqamah. Akan tetapi Qarun telah berbuat semena-mena terhadap kaumnya, dia menjadi congkak karena harta benda yang berlimpah yang membuat congkak orang yang diberi anugerah dengannya, ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡكُنُوزِ ﴿ "dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbenda-haraan harta." Maksudnya, perbendaharaan harta kekayaan yang sangat besar, ﴾ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلۡعُصۡبَةِ أُوْلِي ٱلۡقُوَّةِ ﴿ "yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat." Ushbah ada-lah sepuluh hingga sembilan orang, hingga tujuh orang. Artinya: hingga kunci-kunci pembendaharan harta kekayaannya dirasa sangat berat untuk dipikul oleh sekelompok manusia. Itu kunci-kuncinya. Lalu bagaimana dengan perbendaharaan-perbendahara-annya (gudang-gudangnya). ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُۥ قَوۡمُهُۥ ﴿ "Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya" seraya menasihati dan mengingatkannya dari kecongkakannya, ﴾ لَا تَفۡرَحۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَرِحِينَ ﴿ "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." Maksudnya, jangan kamu bangga dengan harta kekayaan yang sangat besar ini, lalu kamu membangga-banggakan-nya dan membuatmu lalai terhadap akhirat, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang membanggakannya, yaitu orang-orang yang tenggelam dalam mencintainya.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.