Beranda › Daftar surah › Surah Ar-Rum › Ayat 28

Tafsir Surah Ar-Rum ayat 28

  • Ayat 28 dari 60
  • Juz 21
  • Makkiyah
  • 30:28

ضَرَبَ لَكُم مَّثَلًا مِّنْ أَنفُسِكُمْ ۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِى مَا رَزَقْنَٰكُمْ فَأَنتُمْ فِيهِ سَوَآءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ۝٢٨

Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu.[638] Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

[638] Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa tidak pantas ada persekutuan dari unsur-unsur yang tidak setara, misalnya antara hamba sahaya dengan pemiliknya. Apalagi antara makhluk dengan Allah, tentu lebih tidak pantas lagi.

30:28

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Allah telah membuat permisalan bagi kalian -wahai orang-orang musyrik- yang diambil dari diri kalian, “Adakah kalian mempunyai sekutu dari budak-budak dan hamba sahaya kalian yang bersekutu dengan kalian dalam kepemilikan harta-harta kalian dengan sama rata, kalian khawatir para hamba sahaya itu berbagi harta dengan kalian sebagaimana sebagian dari kalian khawatir berbagi harta dengan rekan sekutunya yang merdeka? Apakah kalian rela budak-budak kalian berbagi harta dengan kalian seperti itu?" Tidak dipungkiri bahwa kalian tidak akan rela dengan hal itu, apalagi Allah, Dia lebih utama untuk tidak mempunyai sekutu di dalam kerajaan-Nya daripada para makhluk-Nya dan hamba-hamba-Nya. Dengan permisalan seperti ini dan dengan cara lainnya Kami menerangkan hujah-hujah dan bukti-bukti yang bermacam-macam untuk kaum yang berakal karena merekalah yang bisa mengambil manfaat dari bukti-bukti itu.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(28) Ini adalah sebuah perumpamaan yang disampaikan oleh Allah tentang betapa buruk dan kejinya perbuatan syirik; sebuah perumpamaan dari diri kalian sendiri, tidak memerlukan pemecahan (masalah), perjalanan jauh atau mempekerjakan unta, ﴾ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِي مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ ﴿ "Apakah ada di antara hamba-sahaya yang kamu miliki, sekutu bagimu dalam rizki yang telah Kami berikan kepadamu." Maksudnya, apakah ada seseorang di antara budak-budak sahaya kalian yang laki-laki atau yang perempuan yang bersekutu dengan kalian dalam kepemilikan rizki (harta kekayaan) kalian, dan kalian memandang diri kalian sama dengan mereka dalam hal itu; ﴾ تَخَافُونَهُمۡ كَخِيفَتِكُمۡ أَنفُسَكُمۡۚ ﴿ "kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri?" Maksudnya, sebagaimana orang-orang merdeka yang bersekutu dengan sebe-narnya, yaitu orang-orang dikhawatirkan akan mendapatkan bagian dan menguasai segala sesuatunya?

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

Halnya tidak demikian! Sebab sesungguhnya tidak seorang pun dari budak sahaya yang kalian miliki yang menjadi sekutu kalian dalam kepemilikan rizki yang telah Kami anugerahkan ke-pada kalian. Dan juga bukan kalian yang telah menciptakan mereka dan yang memberi mereka rizki. Mereka juga adalah hamba-hamba seperti kalian. Maka bagaimana mungkin kalian rela menjadikan sekutu bagi Allah dari makhluk ciptaanNya, dan kalian menjadi-kannya sekutu dengan Allah dan sebagai tandingan bagiNya dalam ibadah, padahal kalian sendiri tidak rela kalau kalian disamakan dengan budak-budak sahaya kalian? Ini merupakan hal yang paling mengherankan dan merupakan sesuatu yang paling membuktikan betapa piciknya orang yang mengangkat sekutu bagi Allah, dan bahwa sekutu yang diangkatnya itu palsu lagi sirna, sama sekali tidak setara dengan Allah dan tidak berhak diibadahi sedikit pun.

﴾ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu," menjelaskannya lengkap dengan perumpamaannya, ﴾ لِقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ ﴿ "bagi kaum yang mengerti" hakikat sesuatu, dan mereka mengeta-huinya. Adapun orang yang tidak berakal (tidak paham), sekalipun ayat-ayat telah dijelaskan dan dibuktikan oleh berbagai bukti, maka ia tidak mempunyai akal untuk mengetahui sesuatu yang telah menjadi jelas, dan tidak pula mempunyai hati nurani yang dengan-nya ia bisa mengerti sesuatu yang sudah menjadi nyata. Jadi, orang-orang yang berakal dan bercendikia adalah orang yang menjadi sasaran tujuan konteks pembicaraan dan pembahasan.

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.