Beranda › Daftar surah › Surah Al-Ahzab › Ayat 29

Tafsir Surah Al-Ahzab ayat 29

  • Ayat 29 dari 73
  • Juz 21
  • Madaniyah
  • 33:29

وَإِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ فَإِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَٰتِ مِنكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا ۝٢٩

Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik diantara kamu.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

33:29

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Namun, apabila kalian menginginkan rida Allah dan rida Rasul-Nya, serta kalian menginginkan surga di kehidupan akhirat maka bersabarlah atas kondisi kalian saat ini karena sesungguhnya Allah telah menyiapkan pahala yang besar bagi orang yang berbuat kebaikan di antara kalian dengan bersabar dan pergaulan yang baik.”

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(29) ﴾ وَإِن كُنتُنَّ تُرِدۡنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ ﴿ "Dan jika kamu sekalian menghendaki Allah dan RasulNya serta negeri akhirat," maksudnya, jika hal-hal ini yang kalian inginkan dan tujuan keinginan kalian, dan kalian memilih Allah, RasulNya dan surga, dan kalian tidak peduli dengan lapang atau sempitnya kehidupan, mudah atau susahnya, dan kalian rela terhadap Rasulullah dengan apa adanya, kalian tidak menuntut kepada beliau sesuatu yang memberatkan beliau, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلۡمُحۡسِنَٰتِ مِنكُنَّ أَجۡرًا عَظِيمٗا ﴿ "maka sesungguhnya Allah me-nyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar." Allah menetapkan pahala atas sikap ihsan mereka, karena sikap ihsanlah yang menjadi sebab yang memastikan mereka mendapat pahala, bukan karena keadaan mereka sebagai istri-istri Rasulullah a. Sebab, hanya sekedar sebagai istri Rasul tidak cukup untuk mendapatkan pahala, bahkan sama sekali tidak ada manfaatnya kalau tidak disertai dengan sikap ihsan. Rasulullah a pun mem-berikan pilihan kepada mereka, lalu mereka semuanya memilih Allah, RasulNya dan negeri akhirat, tidak ada satu pun dari mereka yang ketinggalan. –Semoga Allah meridhai mereka semua–.

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

Dalam pemberian hak memilih ini terkandung banyak faidah, di antaranya:

1. Perhatian Allah terhadap RasulNya dan semangat (pem-belaan) terhadap beliau agar beliau tidak berada dalam kondisi di-beratkan oleh banyaknya tuntutan-tuntutan duniawi para istrinya.

2. Bebasnya beliau dari beratnya tanggung jawab (memenuhi) hak-hak para istrinya, sehingga beliau berada dalam kebebasan dirinya, kalau beliau berkehendak memberi maka beliau boleh memberi, dan jika beliau berkehendak menahan maka beliau boleh menahan (tidak memberi); sama sekali tidak ada dosa bagi Nabi a dalam hal yang telah Allah tetapkan untuknya.

3. Tindakan beliau membersihkan istri-istrinya (dari penyakit dunia), kalau seandainya ada di antara mereka yang lebih meng-utamakan dunia daripada Allah, RasulNya, dan negeri akhirat, dan lebih mengutamakan dunia daripada menjadikannya sebagai pendamping hidup.

4. Keselamatan (kebersihan) istri-istri beliau, semoga Allah me-ridhai mereka, dari dosa dan dari perbuatan yang dapat mengundang murka Allah dan RasulNya. Allah سبحانه وتعالى membersihkan mereka dengan cara pemberian pilihan tersebut dari sikap menggerutu terhadap Rasulullah a yang bisa mengundang murkanya yang bisa mem-buat Allah murka yang dapat berakibat pada siksaanNya.

5. Menampakkan kemuliaan dan ketinggian derajat mereka dan menjelaskan keluhuran impian mereka, di mana Allah, Rasul-Nya dan negeri akhirat menjadi dambaan dan tujuan mereka, bukan dunia bersama gemerlapnya.

6. Kesiapan mereka untuk memilih permasalahan adalah pilihan untuk mencapai kepada derajat surga yang terbaik dan untuk menjadi istri-istri Nabi di dunia dan akhirat.

7. Tampaknya keharmonisan dan kecocokan antara beliau dengan mereka. Sebab sesungguhnya beliau adalah manusia yang paling sempurna, lalu Allah سبحانه وتعالى menginginkan agar para istrinya menjadi istri-istri yang sempurna dan menyempurnakan, suci dan menjadikan suci.

Allah berfirman,

﴾ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِۚ ﴿

"Wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik; dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik." (An-Nur: 26).

8. Sesungguhnya pemberian pilihan ini mengajak dan me-nimbulkan sifat qana`ah (rela, puas) yang menjadikan hati menjadi tenang dan dada menjadi lapang, dan hilanglah dari mereka kera-kusan (pada dunia) dan ketidakpuasan yang pasti menimbulkan kegundahan dan kegoncangan hati, kegelisahan dan kepiluannya.

9. Pilihan mereka telah menjadi faktor penyebab untuk makin bertambah dan berlipat gandanya pahala mereka, dan mereka menjadi berada pada kedudukan (luhur) yang sama sekali tidak dimiliki oleh seorang wanita manapun. Maka dari itu Allah ber-firman,

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.