Beranda › Daftar surah › Surah Ash-Shuraa › Ayat 27

Tafsir Surah Ash-Shuraa ayat 27

  • Ayat 27 dari 53
  • Juz 25
  • Makkiyah
  • 42:27

۞ وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌ ۝٢٧

Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

42:27

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Seandainya Allah melapangkan rezeki bagi seluruh hamba-Nya, niscaya mereka akan melampaui batas dalam kezaliman di bumi. Akan tetapi, Allah -Subḥānahu- menurunkan rezeki sesuai kehendak-Nya dalam hal melapangkan dan menyempitkan rezeki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Melihat ihwal hamba-hamba-Nya, sehingga Dia memberi berdasarkan suatu hikmah dan menahan juga karena suatu hikmah.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(27) Kemudian Allah menjelaskan bahwa di antara kelem-butanNya terhadap hamba-hambaNya adalah Dia tidak melimpah-kan dunia (harta benda) kepada mereka dengan pelimpahan yang dapat merusak agama mereka, seraya berfirman, ﴾ وَلَوۡ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزۡقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan jikalau Allah melapangkan rizki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi," artinya, niscaya mereka lalai dari ketaatan kepada Allah dan tenggelam dalam menikmati syahwat kehidupan dunia. Jadi, hal itu pasti mem-buat mereka sibuk dengan apa-apa yang disenangi oleh nafsu me-reka sekalipun berupa maksiat dan kezhaliman. ﴾ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٖ مَّا يَشَآءُۚ ﴿ "Tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendakiNya dengan ukuran," menurut tuntutan kelembutan dan hikmahNya. ﴾ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرُۢ بَصِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui hamba-hambaNya lagi Maha Melihat," sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat (hadits Qudsi) bahwasanya Allah سبحانه وتعالى berfirman,

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

إِنَّ مِنْ عِبَادِيْ مَنْ لَا يُصْلِحُ إِيْمَانَهُ إِلَّا الْغِنَى، وَلَوْ أَفْقَرْتُهُ لَأَفْسَدَهُ ذٰلِكَ، وَإِنَّ مِنْ عِبَادِيْ مَنْ لَا يُصْلِحُ إِيْمَانَهُ إِلَّا الْفَقْرُ، وَلَوْ أَغْنَيْتُهُ لَأَفْسَدَهُ ذٰلِكَ، وَإِنَّ مِنْ عِبَادِيْ مَنْ لَا يُصْلِحُ إِيْمَانَهُ إِلَّا الصِّحَّةُ، وَلَوْ أَمْرَضْتُهُ لَأَفْسَدَهُ ذٰلِكَ، وَإِنَّ مِنْ عِبَادِيْ مَنْ لَا يُصْلِحُ إِيْمَانَهُ إِلَّا الْمَرْضُ، وَلَوْ عَافَيْتُهُ لَأَفْسَدَهُ ذٰلِكَ، إِنِّيْ أُدَبِّرُ أَمْرَ عِبَادِيْ بِعِلْمِيْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ، إِنِّيْ خَبِيْرٌ بَصِيْرٌ.

"Sesungguhnya di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak bisa memperbaiki imannya kecuali kekayaan, dan kalau seandainya Aku jadikan ia fakir (miskin), niscaya kefakiran itu merusaknya. Dan sesung-guhnya di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak bisa memperbaiki imannya kecuali kefakiran, kalau sekiranya Aku menjadikannya kaya, niscaya kekayaan itu merusaknya; dan di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak akan bisa memperbaiki imannya kecuali kesehatan, dan kalau sekiranya Aku menjadikannya sakit, niscaya penyakit itu merusak-nya; dan di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak bisa memper-baiki imannya kecuali sakit, kalau sekiranya Aku menjadikannya sehat, niscaya ia merusaknya. Sesungguhnya Aku mengatur urusan hamba-hambaKu berdasarkan pengetahuanKu terhadap apa yang ada di dalam hati mereka. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui lagi Maha Melihat."[86]

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.