Beranda › Daftar surah › Surah Ash-Shuraa › Ayat 51
Tafsir Surah Ash-Shuraa ayat 51
۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ ٱللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَآئِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِىَ بِإِذْنِهِۦ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ عَلِىٌّ حَكِيمٌ ٥١
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir[780] atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[780] Seseorang dapat mendengar kalam Ilahi akan tetapi dia tidak dapat melihat-Nya seperti yang terjadi pada diri Nabi Musa -'alaihissalām-.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Tidak patut bagi manusia berbicara dengan Allah kecuali melalui wahyu yang diturunkan kepadanya atau berbicara dengannya secara langsung, akan tetapi berada di belakang tabir dengan mendengar suara-Nya tanpa bisa melihat-Nya, atau Dia mengirim malaikat sebagai utusan seperti Jibril, lalu dia mewahyukan kepada rasul dari kalangan manusia dengan izin Allah apa yang dikehendaki-Nya untuk diwahyukan kepadanya. Sesungguhnya Dia -Subḥānahu- Mahatinggi zat-Nya dan sifat-sifat-Nya, lagi Mahabijaksana dalam penciptaan-Nya, takdir-Nya, dan syariat-Nya.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(51) Setelah orang-orang yang mendustakan para utusan Allah, yang kafir kepada Allah itu berkata,
﴾ لَوۡلَا يُكَلِّمُنَا ٱللَّهُ أَوۡ تَأۡتِينَآ ءَايَةٞۗ ﴿
"Kenapa Allah tidak langsung berbicara kepada kami atau datang kepada kami bukti." (Al-Baqarah: 118), karena kesombongan dan kecongkakan mereka, maka Allah menjawab (membantah) mereka dengan ayat suci ini. (Dan Dia jelaskan) bahwa Dia hanya berkata-kata langsung kepada manusia tertentu, yaitu para nabi yang di-utus dan manusia pilihanNya. Dan pembicaraan itu terjadi melalui beberapa cara: Berbicara kepadanya melalui wahyu, Dia tiupkan wahyu tersebut ke dalam hati seorang rasul tanpa perantara se-orang malaikat atau tanpa pembicaraan langsung dengan rasul itu, ﴾ أَوۡ ﴿ "atau" Dia berbicara kepadanya secara langsung akan tetapi ﴾ مِن وَرَآيِٕ حِجَابٍ ﴿ "dari belakang tabir" sebagaimana terjadi pada Nabi Musa bin Imran (yang dijuluki:) Kalim ar-Rahman, ﴾ أَوۡ ﴿ "atau" Allah berbicara kepadanya dengan perantara utusan dari kalangan ma-laikat, ﴾ يُرۡسِلَ رَسُولٗا ﴿ "dengan mengutus seorang utusan," seperti malai-kat Jibril atau malaikat-malaikat lainnya. ﴾ فَيُوحِيَ بِإِذۡنِهِۦ ﴿ "Lalu diwah-yukan kepadanya dengan seizinNya," maksudnya, seizin Tuhannya, tidak berdasarkan kemauannya sendiri.
Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى Mahatinggi DzatNya, Mahatinggi sifat-sifatNya, lagi Mahaagung, lagi Mahatinggi perbuatan-per-buatanNya. Dia telah mengalahkan segala sesuatu, seluruh makh-luk tunduk kepadaNya, ﴾ حَكِيمٞ ﴿ "lagi Mahabijaksana" di dalam penempatan segala sesuatu dari berbagai makhluk dan ketetapan hukum masing-masing pada tempatnya.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.