Beranda › Daftar surah › Surah An-Najm › Ayat 38
Tafsir Surah An-Najm ayat 38
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ٣٨
(yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Hal itu adalah bahwa seseorang tidak dibebani dengan dosa orang lain;
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(38-41) Terdapat berbagai hukum dalam lembaran-lem-baran itu, di antara yang terpenting adalah yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ 38 وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." Artinya, setiap orang akan menanggung akibat amalannya, baik maupun buruk. Setiap orang tidak akan menda-patkan balasan apa pun dari amalan orang lain dan tidak menang-gung dosa siapa pun.
﴾ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diper-lihatkan (kepadanya)," yakni, di akhirat, dan kebaikan akan dipisah-kan dari keburukan, ﴾ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ﴿ "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna," yaitu yang menca-kup seluruh amal; amalan baik dibalas baik dan amalan buruk dibalas buruk.
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Balasan adil yang membuat semua manusia mengakuinya dan memuji Allah سبحانه وتعالى atas keadilanNya bahkan penghuni neraka sekalipun pada saat dimasukkan ke dalam neraka, tapi hatinya penuh pujian terhadap Rabb mereka serta mengakui kesempurna-an hikmah Nya dan marah terhadap diri mereka sendiri. Mereka mengetahui bahwa yang menyebabkan mereka masuk ke dalam tempat kembali yang paling buruk adalah diri mereka sendiri.
Ada yang mengambil dalil dari Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," dengan berpendapat bahwa amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى tidak boleh di-hadiahkan kepada orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Menurut mereka, karena Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," sampainya usaha orang lain pada seseorang menafikan ayat ini. Cara pengambilan dalil ini perlu dikaji ulang, karena ayat ini menunjukkan, seseorang tidak akan mendapatkan apa pun selain yang telah dikerjakan sendiri, ini memang benar dan tidak perlu diperdebatkan, namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa seseorang tidak mendapat manfaat dari hasil usaha orang lain jika yang bersangkutan menghadiahkannya pada yang lain. Sama seperti harta, seseorang tidak memiliki harta selain yang dimiliki, hal itu tidak mengharuskan yang bersangkutan tidak memiliki harta yang diberikan oleh orang lain kepadanya di samping harta yang dimilikinya itu.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.