Beranda › Daftar surah › Surah Al-Qamar › Ayat 25

Tafsir Surah Al-Qamar ayat 25

  • Ayat 25 dari 55
  • Juz 27
  • Makkiyah
  • 54:25

أَءُلْقِىَ ٱلذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ ۝٢٥

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong."

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

54:25

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Apakah wahyu diturunkan kepadanya sendirian tanpa melibatkan kami semua? Tidak mungkin, justru dia adalah seorang pendusta dan sombong.”

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya,

﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

"Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11).

Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.