Beranda › Daftar surah › Surah Al-Mujadila › Ayat 22

Tafsir Surah Al-Mujadila ayat 22

  • Ayat 22 dari 22
  • Juz 28
  • Madaniyah
  • 58:22

لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ۝٢٢

Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan, dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan[834] yang datang dari Dia. Lalu Dia (Allah) memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

[834] Kemauan dan kekuatan batin, kebersihan hati, kemenangan terhadap musuh dan lain-lain.

58:22

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Kamu tidak akan dapati -wahai Rasul- suatu kaum yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari Kiamat yang mencintai dan loyal kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, meskipun musuh-musuh Allah itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, dan keluarga tempat mereka bersandar, karena iman itu mencegah dari saling tolong-menolong dengan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya dan karena ikatan iman itu lebih kuat dari segala ikatan serta wajib lebih diprioritaskan apabila terjadi pertentangan. Orang-orang yang tidak menjadikan penolong dari orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya -meskipun masih kerabat mereka- adalah orang-orang yang telah ditetapkan keimanan di dalam hati mereka sehingga tidak berubah. Allah menguatkan mereka dengan bukti nyata dan cahaya dari-Nya dan memasukkan mereka pada hari Kiamat ke dalam surga-surga ‘Adn yang di bawah istana-istana dan pepohonannya mengalir sungai-sungai. Mereka menetap di dalamnya selamanya, kenikmatannya tidak pernah berhenti dari mereka, dan keberadaan mereka di dalam surga itu pun tidak pernah fana. Allah meridai mereka dengan keridaan yang tidak ada kemurkaan lagi setelahnya dan mereka pun meridai-Nya karena Allah telah memberikan kepada mereka kenikmatan yang tidak pernah habis. Di antara kenikmatan itu adalah bisa melihat kepada Allah -Subhānahu-. Orang-orang yang mempunyai kriteria seperti ini adalah tentara Allah yang senantiasa menaati apa yang diperintahkan oleh Allah dan menahan diri dari apa yang dilarang-Nya. Ketahuilah bahwa tentara Allah adalah orang-orang yang menang karena mendapatkan apa yang mereka inginkan dan terhindar dari apa yang mereka takuti di dunia dan di akhirat.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(22) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ﴿ "Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya," maksudnya, tidaklah menyatu antara orang yang beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya dengan orang yang menentang Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya. Tidaklah seorang hamba beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan Hari Akhir dengan sebenarnya melainkan pasti melaksanakan tuntutan dan keharusan iman yaitu mencintai dan loyal terhadap orang yang beriman dan membenci orang yang tidak beriman dan yang memusuhinya meski terhadap orang yang dekat sekalipun. Inilah iman yang sebenarnya yang bermanfaat dan yang dimaksudkan.

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

Orang yang memiliki sifat tersebut adalah ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِيمَٰنَ ﴿ "orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka." Artinya, keimanan telah ditetapkan, dikokohkan, dan ditanamkan dalam diri mereka secara kuat, yang tidak bisa ter-goncang dan terpengaruh oleh berbagai syubhat dan keraguan. Mereka adalah orang-orang yang dikuatkan oleh Allah سبحانه وتعالى,﴾ بِرُوحٖ مِّنۡهُۖ ﴿ "dengan pertolongan yang datang dariNya," yakni dari wahyu, pertolongan, dan bantuan ilahi, serta kebaikan rabbani dan mereka itulah orang-orang yang memiliki kehidupan baik di akhirat. Me-reka mendapatkan surga penuh kenikmatan di tempat keabadian. Di dalamnya terdapat semua hal yang diinginkan jiwa dan dinik-mati serta dipilih oleh mata. Mereka mendapatkan kenikmatan terbesar dan terbaik, yaitu Allah سبحانه وتعالى menghalalkan keridhaanNya bagi mereka. Allah سبحانه وتعالى tidak akan murka pada mereka selamanya. Mereka ridha terhadap Rabb mereka atas berbagai macam kemu-liaan, pemberian, dan derajat tinggi yang diberikan pada mereka, karena mereka tidak melihat adanya batas di atas pemberian Allah سبحانه وتعالى itu dan tidak pula melihat adanya akhiran di bawah pemberian itu.

Adapun orang yang mengira bahwa dirinya beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan Hari Akhir, namun di samping beriman ia juga men-cintai musuh-musuh Allah سبحانه وتعالى dan menyukai orang-orang yang membuang keimanan di balik punggungnya, maka keimanannya hanyalah semu, yang tidak ada hakikatnya. Karena setiap hal harus memiliki bukti penguat. Anggapan saja tidak berguna dan orangnya tidak bisa dibenarkan.

Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata.[113]

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.