Beranda › Daftar surah › Surah Al-Hashr › Ayat 10

Tafsir Surah Al-Hashr ayat 10

  • Ayat 10 dari 24
  • Juz 28
  • Madaniyah
  • 59:10

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ ۝١٠

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang."

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

59:10

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Orang-orang yang datang sesudah mereka dan mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat, mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami dan saudara-saudara kami seagama yang telah mendahului kami dalam keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah Engkau jadikan di hati kami kedengkian terhadap seorang pun dari kalangan orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Mu.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(10) Kedua golongan mulia dan suci di atas adalah para sahabat yang mulia dan para imam bagi orang-orang utama. Me-reka adalah sosok yang telah meraih predikat sebagai yang terde-pan, nilai-nilai keutamaan dan sifat baik yang tidak bisa disaingi oleh orang-orang setelah mereka dan belum pernah didapat oleh orang-orang sebelum mereka. Mereka pun menjadi para pemimpin kaum Mukminin, Muslimin dan orang-orang bertakwa. Cukuplah bagi generasi setelah mereka mendapatkan kebaikan dengan ber-jalan di belakang mereka dan menjadikan petunjuk mereka sebagai pemimpin. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut generasi-generasi setelah mereka, yaitu orang-orang yang mengikuti mereka dan seluruh orang yang ada setelah mereka seraya berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka," yakni setelah kaum Muhajirin dan Anshar, ﴾ يَقُولُونَ ﴿ "mereka berdoa," memberi nasihat untuk diri mereka sendiri dan seluruh kaum Muslimin, ﴾ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ ﴿ "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih da-hulu dari kami." Doa ini mencakup seluruh kaum Mukminin dari kalangan sahabat pendahulu dan orang-orang sebelum dan sesu-dah mereka.

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

Inilah di antara salah satu keutamaan iman. Orang-orang Mukmin itu saling memberi manfaat bagi sesama dan saling men-doakan satu sama lain karena kebersamaan mereka dalam iman yang mengharuskan adanya ikatan persaudaraan di antara kaum Mukminin yang di antaranya adalah dengan saling mendoakan satu sama lain dan saling mencintai satu sama lain. Karena itu, dalam doa ini Allah سبحانه وتعالى menafikan sifat dengki dari hati orang-orang yang beriman, baik yang sedikit maupun yang banyak. Karena sifat dengki tidak ada di hati, maka yang ada adalah kebalikannya, yaitu sifat saling mencintai, saling memberi pertolongan, nasihat dan lainnya untuk sesama Mukmin yang termasuk hak-hak orang yang beriman.

Allah سبحانه وتعالى menyifati generasi-generasi setelah sahabat dengan keimanan, sebab perkataan orang-orang Mukmin itu, ﴾ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ ﴿ "dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami," adalah dalil atas kebersamaan mereka dalam keimanan. Mereka adalah para pengikut sahabat dalam kaidah dan pondasi keimanan. Mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah di mana sifat sempurna ini hanya terwujud pada mereka. Allah سبحانه وتعالى juga menyebutkan sifat mereka dengan mengakui dosa-dosa serta meminta ampunan dari dosa-dosa serta saling memintakan ampunan satu sama lain serta usaha keras mereka untuk melenyapkan sifat dengki dan iri dari hati mereka terhadap sesama saudara seiman. Sebab doa mereka mengharuskan hal-hal yang telah kami sebut di atas yang men-cakup rasa saling mencintai satu sama lain, mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri dan memberi nasihat pada orang lain, baik ketika saudaranya ada, tidak ada, masih hidup atau sudah mati.

Ayat ini menunjukkan bahwa saling mendoakan satu sama lain adalah di antara salah satu hak kaum Mukminin. Kemudian doa mereka diakhiri dengan dua nama mulia yang menunjukkan sempurnanya rahmat Allah سبحانه وتعالى dan sempurnanya kasih sayang serta kebaikanNya terhadap kaum Mukminin yang di antaranya (bahkan termasuk yang paling agung) adalah memberi taufik pada kaum Mukminin untuk saling menunaikan hak sesama dan hak-hak hamba Allah سبحانه وتعالى.

Ketiga golongan tersebut adalah golongan umat ini yang ber-hak mendapatkan harta rampasan perang yang alokasinya meru-juk pada maslahat Islam. Mereka adalah kaum Muslimin dan ahli Islam. Semoga kita semua dimasukkan Allah سبحانه وتعالى dalam golongan mereka berkat karunia dan kemuliaanNya.

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.