Beranda › Daftar surah › Surah Al-A'raf › Ayat 143

Tafsir Surah Al-A'raf ayat 143

  • Ayat 143 dari 206
  • Juz 9
  • Makkiyah
  • 7:143

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۝١٤٣

Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." (Allah) berfirman, "Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu,[337] gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, " Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman."

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

[337] Para mufasir ada yang berpendapat, pengertiannya ialah kebesaran dan kekuasaan Allah, dan ada pula yang menafsirkan bahwa yang nampak itu adalah cahaya Allah. Bagaimanapun juga tampaknya Allah itu bukanlah seperti tampaknya makhluk, hanya tampak yang sesuai sifat-sifat Allah yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia.

7:143

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Tatkala Musa datang untuk bermunajat kepada Tuhannya pada waktu yang telah ditentukan, yaitu selama empat puluh hari penuh, dan Tuhannya telah berfirman kepadanya untuk memberikan perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, dan lain-lain, tiba-tiba Musa ingin sekali melihat Tuhannya. Lalu Musa memohon kepada-Nya agar diperkenankan melihat-Nya. Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- menjawab, “Kamu tidak akan bisa melihat-Ku selama hidup di dunia ini karena kamu tidak punya kemampuan untuk itu. Tetapi, lihatlah ke arah gunung itu. Jika Aku menampakkan diri kemudian gunung itu tetap berada di tempatnya dan tidak terpengaruh sedikit pun, niscaya kamu akan bisa melihat-Ku. Namun, jika gunung itu hancur dan rata dengan tanah maka kamu tidak akan bisa melihat-Ku di dunia ini.” Kemudian tatkala Allah menampakkan diri-Nya di hadapan gunung itu tiba-tiba gunung itu hancur lebur dan rata dengan tanah, sedangkan Musa jatuh tersungkur tak sadarkan diri. Setelah siuman Musa berkata, “Mahasuci Engkau -wahai Tuhanku- dari segala sesuatu yang tidak layak bagi-Mu. Kini aku bertobat kepada-Mu dari permintaanku untuk melihat-Mu di dunia ini dan aku adalah orang mukmin pertama di antara kaumku.”

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(143) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا ﴿ "Dan tatkala Musa datang untuk (mu-najat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan", untuknya untuk menurunkan kitab, ﴾ وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ ﴿ "dan Rabbnya telah berfirman (langsung) kepadanya", berfirman langsung dengan wahyuNya, pe-rintah dan laranganNya, Musa berkeinginan untuk melihat Allah, jiwanya mengharapkan itu karena kecintaannya kepada Rabbnya dan sangat ingin melihatNya. ﴾ قَالَ رَبِّ أَرِنِيٓ أَنظُرۡ إِلَيۡكَۚ ﴿ "Berkatalah Musa, 'Ya Rabbku, nampakkanlah (diriMu) kepadaku agar aku dapat melihat kepadaMu." Allah menjawab, ﴾ لَن تَرَىٰنِي ﴿ "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihatKu." Yakni sekarang kamu tidak akan mampu melihatKu, karena Allah سبحانه وتعالى menciptakan makhluk di dunia ini dalam kondisi di mana mereka tidak akan kuat dan tidak akan mampu melihat Allah. Ini tidak menunjukkan bahwa mereka tidak dapat melihat-Nya di surga, karena dalil-dalil dari al-Qur`an dan as-Sunnah telah menunjukkan bahwa penduduk surga akan melihat Rabb mereka dan menikmati melihat kepada wajahNya Yang Mulia. Dan bahwa Allah تعالى menghidupkan mereka secara sempurna yang dengannya mereka mampu melihat Allah تعالى. Oleh karena itu Allah mengait-kan kemungkinan melihat dengan ketetapan gunung.

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

Allah تعالى menenangkan Musa karena tidak bisa mengabulkan permintaannya. ﴾ وَلَٰكِنِ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡجَبَلِ فَإِنِ ٱسۡتَقَرَّ مَكَانَهُۥ ﴿ "Tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagaimana sediakala)", jika Allah menampakkan diri kepadanya ﴾ فَسَوۡفَ تَرَىٰنِيۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلۡجَبَلِ ﴿ "niscaya ka-mu dapat melihatKu. Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu", yang bisu lagi keras. ﴾ جَعَلَهُۥ دَكّٗا ﴿ "Dijadikannya gunung itu han-cur luluh." Yakni hancur berkeping-keping ibarat kerikil, karena kegoncangannya dan tidak kuatnya ia melihat Allah. ﴾ وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقٗاۚ ﴿ "Dan Musa pun jatuh pingsan," ketika melihat apa yang dilihat. Ma-ka jelaslah bagi Musa pada saat itu bahwa jika gunung saja tidak kuat melihat Allah, maka Musa lebih tidak kuat melihatNya. Musa memohon ampun kepada Allah تعالى karena telah meminta sesuatu yang tidak pada tempatnya. ﴾ قَالَ سُبۡحَٰنَكَ ﴿ "Musa berkata, 'Mahasuci Engkau'." Yakni Aku menyucikan dan mengagungkanMu dari apa yang tidak layak dengan kebesaranMu. ﴾ تُبۡتُ إِلَيۡكَ ﴿ "Aku bertaubat kepada Engkau", dari segala dosa dan kekurangajaran kepadaMu. ﴾ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku orang yang pertama-tama beriman." Yakni Musa menyempurna-kan imanNya dengan sesuatu yang sebelum-nya tidak dia ketahui.

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.