Beranda › Daftar surah › Surah Al-A'raf › Ayat 190
Tafsir Surah Al-A'raf ayat 190
فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحًا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ ١٩٠
Maka setelah Dia memberi kepada keduanya seorang anak yang saleh, mereka[352] menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[352] Orang-orang musyrik menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu dengan arti bahwa anak tersebut mereka pandang sebagai hamba pula bagi berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak mereka dengan Abdul Uzza, Abdul Manat, Abdus Syams, dan sebagainya.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Lalu tatkala Allah mengabulkan doa mereka berdua dan memberi mereka seorang anak yang baik sebagaimana doa yang mereka panjatkan, tiba-tiba keduanya menyekutukan Allah dengan sembahan-sembahan lain-Nya terkait apa yang Allah berikan kepada mereka berdua. Mereka menjadikan anak mereka sebagai hamba bagi selain Allah dan memberi nama anak mereka 'Abdul-Ḥāriṡ (hamba petani). Mahatinggi Allah dan Mahasuci Dia dari segala sesuatu yang dijadikan sekutu bagi-Nya karena Dialah satu-satu-Nya pemilik sifat rubūbiyyah (ketuhanan) dan ulūhiyyah (keilahian).
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(190) ﴾ فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحٗا ﴿ "Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna", sesuai dengan permintaan mereka dan sempurnalah nikmat Allah padanya ﴾ جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَاۚ ﴿ "maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianu-gerahkanNya kepada keduanya itu." Yakni keduanya menjadikan se-kutu-sekutu bagi Allah pada anak tersebut. Padahal yang mencip-takannya, menganugerahkannya, dan membahagiakan kedua orang tuanya hanyalah Allah semata. Maka keduanya menjadikannya sebagai hamba selain Allah, bisa dengan memberinya nama dengan nama Abd (hamba) yang disandarkan kepada selain Allah, Abdul Haris, Abdul Uzza, Abdul Ka'bah dan lain-lain. Dan bisa pula ke-duanya menyekutukan Allah dalam ibadah setelah Allah memberi-nya nikmat yang tidak seorang hamba pun mampu menghitungnya. Ini adalah perpindahan dari macam kepada jenis, karena asal pem-bicaraan tentang Adam dan Hawwa`, kemudian berpindah kepada pembicaraan tentang jenis (yakni jenis manusia secara umum), dan tidak diragukan bahwa hal itu banyak terjadi pada keturunan Adam dan Hawwa`. Oleh karena itu Allah menetapkan kebatilan syirik atas mereka dan bahwa dalam hal itu mereka adalah orang-orang zhalim dengan kezhaliman yang paling besar. Tiada beda antara syirik dalam ucapan dan syirik dalam perbuatan. Sesungguhnya Dzat yang menciptakan mereka dari jiwa yang satu yang darinya Dia menciptakan istrinya dan menjadikan untuk mereka pasangan dari jenis mereka sendiri, kemudian menjadikan kasih sayang dan rasa cinta di antara mereka yang menjadikan sebagian merasa se-nang, cinta dan condong kepada sebagian yang lain, kemudian Dia membimbing mereka kepada apa yang dengannya syahwat kenik-matan, anak-anak dan keturunan bisa diraih, kemudian Dia men-ciptakan anak cucu di dalam rahim ibu dalam jangka waktu tertentu yang diidam-idamkan oleh jiwa mereka dan mereka memohon ke-pada Allah agar melahirkannya dalam keadaan sehat dan selamat, lalu Allah menyempurnakan nikmat bagi mereka, serta mewujud-kan keinginan mereka. Apakah Dia tidak berhak disembah tanpa disekutukan dengan sesuatu pun dalam ibadah kepadaNya dengan mengikhlaskan agama hanya kepadaNya?
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.