Beranda › Daftar surah › Surah Al-Ma'arij › Ayat 19
Tafsir Surah Al-Ma'arij ayat 19
۞ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا ١٩
Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam kondisi sangat panik sekaligus tamak.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(19-21) Ini adalah sifat manusia yang esensial. Allah سبحانه وتعالى menggambarkan karakter asli manusia dengan sifat berkeluh kesah. Sifat keluh kesah dijelaskan oleh FirmanNya, ﴾ إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعٗا ﴿ "Apa-bila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah," manusia berkeluh kesah manakala ditimpa kemiskinan, penyakit, atau hilangnya benda-benda yang dicintai, seperti hilangnya harta, meninggalnya keluar-ga atau anak, tidak bersabar dan merelakan takdir Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا ﴿ "Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir," tidak menginfakkan sebagian yang diberikan Allah سبحانه وتعالى , tidak bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى atas nikmat dan kebaikanNya sehingga manusia bersikap keluh kesah dalam kesusahan dan bersifat kikir ketika berbahagia.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.