Beranda › Daftar surah › Surah Al-Muddaththir › Ayat 11
Tafsir Surah Al-Muddaththir ayat 11
ذَرْنِى وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا ١١
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,[876]
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[876] Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan mengenai seorang kafir Mekkah, pemimpin Quraisy bernama Al-Walīd bin Mugīrah.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Biarkanlah Aku -wahai Rasul- yang bertindak terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam kesendirian di perut ibunya tanpa harta atau anak (yaitu al-Walīd bin al-Mugīrah).
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(11-30) Ayat-ayat ini turun berkenaan dengan al-Walid bin al-Mughirah yang sengit menentang kebenaran,[128] yang menantang Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya dengan peperangan dan menyelisihi. Allah سبحانه وتعالى amat mencelanya dengan celaan yang tidak pernah dialamatkan pada yang lain. Ini adalah balasan bagi semua orang yang menen-tang dan mencampakkan kebenaran. Orang seperti ini pasti men-dapatkan kehinaan di dunia dan siksaan akhirat jauh lebih meng-hinakan.
Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ ذَرۡنِي وَمَنۡ خَلَقۡتُ وَحِيدٗا ﴿ "Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian," yakni, yang Aku ciptakan sendirian tanpa harta, keluarga, dan lainnya yang senantiasa Aku jaga dan Aku beri. Aku jadikan, ﴾ لَهُۥ مَالٗا مَّمۡدُودٗا ﴿ "bagi-nya harta benda yang banyak," yakni harta yang berlimpah, ﴾ وَ﴿ "dan," Aku jadikan untuknya ﴾ بَنِينَ ﴿ "anak-anak," yakni anak-anak lelaki, ﴾ شُهُودٗا ﴿ "yang selalu bersama dia," yaitu selalu ada bersamanya. Dengan anak-anak itu ia bersenang-senang, dengan mereka juga ia meme-nuhi kebutuhan-kebutuhannya dan mendapatkan pertolongan, ﴾ وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمۡهِيدٗا ﴿ "dan Ku-lapangkan baginya (rizki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya," yakni, Aku berikan padanya dunia dan sebab-sebabnya ketika semua keinginannya terpenuhi dan semua yang dikehendaki diperoleh. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian," dengan berbagai nikmat dan pemberian ini, ﴾ يَطۡمَعُ أَنۡ أَزِيدَ ﴿ "dia ingin sekali supaya Aku menam-bahnya," yakni ia ingin untuk mendapatkan nikmat akhirat sebagai-mana ia mendapatkan kenikmatan dunia. ﴾ كـَلَّآۖ ﴿ "Sekali-kali tidak (akan Aku tambah)," yakni, tidak seperti yang ia dambakan, tapi se-baliknya justru berseberangan dengan apa yang diinginkan.
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Hal itu ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ لِأٓيَٰتِنَا عَنِيدٗا ﴿ "karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (al-Qur`an)." Ia mengetahui (kebenaran)nya, tapi kemu-dian mengingkarinya. Ayat-ayat mengajaknya pada kebenaran tapi ia tidak mau tunduk padanya. Ia tidak cukup hanya berpaling dari ayat-ayat al-Qur`an, tapi ia memeranginya dan berusaha untuk membatalkannya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman tentangnya, ﴾ إِنَّهُۥ فَكَّرَ ﴿ "Sesungguhnya dia telah memikirkan," dalam dirinya, ﴾ وَقَدَّرَ ﴿ "dan menetapkan (apa yang ditetapkannya)," apa yang di pikirannya agar bisa mengucapkan perkataan yang membatalkan al-Qur`an, ﴾ فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ 19 ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ 20 ﴿ "maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan, kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan," karena ia memikirkan suatu hal yang berada di luar kemampuan-nya dan berharap bisa mendapatkan sesuatu yang tidak bisa dida-patkan oleh dia sendiri dan orang-orang sepertinya. ﴾ ثُمَّ نَظَرَ ﴿ "Kemu-dian dia memikirkan" perkataannya. ﴾ ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ ﴿ "Sesudah itu dia ber-masam muka dan merengut," pada wajah dan penampilan luarnya sebagai sikap lari dari kebenaran dan membencinya. ﴾ ثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri," sebagai akibat dari usaha pikiran, tindakan, dan perkataannya. ﴾ فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَرُ 24 إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا قَوۡلُ ٱلۡبَشَرِ 25 ﴿ "Lalu dia berkata, '(al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia'," yakni, bukan Firman Allah, tapi perkataan manusia. Di samping itu bukan perkataan manusia terbaik tapi perkataan orang-orang buruk dan keji yang diucapkan oleh pendusta lagi penyihir. Celakalah dia, alangkah jauhnya dia dari kebenaran dan alangkah dekatnya dia dengan kerugian dan kecelakaan. Bagaimana terlintas di otak dan terbayang oleh nurani siapa pun orang yang menyatakan Firman paling luhur dan agung, Firman Rabb Yang Mahamulia, Luhur dan Agung menyerupai perkataan makhluk-makhluk yang miskin dan serba kurang? Atau bagaimanakah si pendusta lagi pembangkang ini berani mengung-kapkan sifat seperti itu pada Firman Allah سبحانه وتعالى? Tidak ada yang ber-hak dia dapatkan melainkan azab yang dahsyat. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ 26 وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ 27 لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ 28 ﴿ "Aku akan mema-sukkannya ke dalam Saqar, tahukah kamu apa (Neraka) Saqar itu, Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan," yakni, tidak meninggal-kan kedahsyatan maupun orang yang disiksa sedikit pun kecuali pasti mengenainya, ﴾ لَوَّاحَةٞ لِّلۡبَشَرِ ﴿ "(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia," membakar mereka dalam siksaan dan membuat mereka gemetar karena amat panas. ﴾ عَلَيۡهَا تِسۡعَةَ عَشَرَ ﴿ "Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)," dari kalangan malaikat yang menjaganya. Mereka kejam dan bengis. Mereka tidak mendurhakai Allah سبحانه وتعالى ter-hadap apa yang diperintahkan dan mereka melakukan apa yang diperintahkan.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.