Beranda › Daftar surah › Surah Al-Anfal › Ayat 24
Tafsir Surah Al-Anfal ayat 24
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ٢٤
Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu,[362] dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
[362] Menyerumu berperang untuk meninggikan kalimat Allah dan menghidupkan Islam dan muslimin. Juga berarti menyerumu kepada iman, petunjuk, jihad, dan segala yang ada hubungannya dengan kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Wahai orang-orang yang percaya kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya dengan patuh pada apa yang keduanya perintahkan dan menjauhi apa yang keduanya larang, apabila keduanya menyerukan kepada kalian untuk mengikuti kebenaran yang di dalamnya ada kehidupan bagi kalian, serta yakinlah bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia sanggup membuat kalian terhalang dari kepatuhan pada kebenaran setelah kalian menolaknya. Oleh karena itu, bersegeralah menerima kebenaran itu dan yakinlah bahwa kalian akan dikumpulkan di hadapan Allah saja pada hari kiamat kelak, kemudian Dia akan memberikan balasan yang setimpal kepada kalian menurut amal perbuatan yang kalian kerjakan di dunia.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(24) Allah تعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman dengan apa yang menjadi konsekuensi keimanan mereka, yaitu memenuhi seruan Allah dan RasulNya, yakni tunduk kepada perintah keduanya, bersegera melakukannya, dan berdakwah (me-nyeru manusia) kepadaNya, menjauhi sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah, menahan diri dan mencegah darinya. Firman-Nya, ﴾ إِذَا دَعَاكُمۡ لِمَا يُحۡيِيكُمۡۖ ﴿ "Apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu", adalah suatu sifat yang pasti ada pada semua perkara yang diserukan oleh Allah dan RasulNya sekaligus penjelasan tentang faidah dan hikmahNya, karena kehi-dupan hati dan rohani adalah dengan beribadah kepada Allah, senantiasa menaatiNya dan menaati RasulNya.
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Kemudian Allah memperingatkan hamba-hambaNya dari sikap tidak menjawab seruan Allah dan RasulNya. Dia berfirman, ﴾ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَقَلۡبِهِۦ ﴿ "Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya." Maka janganlah kamu menentang perintah Allah saat pertama kali ia datang kepadamu, karena akibatnya adalah kamu dihalangi darinya jika kamu meng-inginkannya setelah itu, selanjutnya hatimu pun berselisih, karena Allah membatasi antara manusia dengan hatinya. Allah membolak-balik hati sesukaNya, dan memalingkannya kemana yang Dia ingin-kan, maka hendaknya seorang hamba memperbanyak doa,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبَ ِثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ، يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبَ صَرَّفْ قَلْبِيْ إِلَى طَاعَتِكَ.
"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu. Wahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hatiku kepada ketaatan kepadaMu."[78]
﴾ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan." Yakni kamu dikumpulkan untuk suatu hari yang tiada keraguan padanya, lalu orang yang baik akan dibalas dengan kebaikannya dan orang jahat akan dibalas dengan kejahatannya.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.