Beranda › Daftar surah › Surah An-Nahl › Ayat 90
Tafsir Surah An-Nahl ayat 90
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ٩٠
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan pada hamba-hamba-Nya, yaitu agar mereka menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak para hamba dan tidak mengutamakan seseorang di atas orang lain dalam hukum kecuali karena ada satu alasan benar yang mengharuskan demikian. Dia juga memerintahkan berbuat kebaikan, yaitu agar seorang hamba memberikan apa yang tidak wajib baginya kepada orang lain seperti infak yang sunah atau memaafkan orang zalim serta Dia memerintahkan membantu hajat kebutuhan para kerabat. Sebaliknya, Allah melarang segala sesuatu yang buruk, baik berupa perkataan seperti perkataan yang buruk atau perbuatan seperti zina. Dia juga melarang apa yang diingkari oleh syariat, yaitu segala bentuk kemaksiatan serta melarang berbuat zalim dan sombong di hadapan manusia. Allah menasihati kalian dengan apa yang Dia perintahkan kepada kalian dan apa yang Dia larang dalam ayat ini dengan harapan kalian mau mengambil pelajaran dari nasihat Allah tersebut.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(90) Sikap keadilan yang Allah perintahkan, mencakup ke-adilan terhadap hakNya dan hak para hambaNya. Sikap keadilan dalam masalah itu, dengan cara menjalankan hak-hak yang ada secara komplet lagi utuh. Caranya, seorang hamba melaksanakan apa yang Allah wajibkan atas dirinya, berupa hak-hak yang berkait-an dengan kekayaan, fisik dan kombinasi antara keduanya berhu-bungan dengan hakNya dan hak-hak para hambaNya, bergaul de-ngan manusia dengan keadilan yang utuh. Setiap pemegang tang-gung jawab harus menjalankan kewajiban yang berada di bawah tanggungannya, baik ia memegang kekuasaan tertinggi atau kekuasa-an peradilan, atau wakil penguasa maupun wakil hakim. Jadi, ke-adilan hakikatnya adalah segala yang Allah wajibkan atas para hamba dalam kitabNya melalui lisan RasulNya dan memerintahkan mereka untuk menjalankannya. Termasuk (cermin) keadilan dalam bermuamalah, adalah engkau berinteraksi dengan mereka pada transaksi jual-beli dan transaksi timbal balik lainnya dengan meme-nuhi segala yang menjadi kewajibanmu. Jangan sekali-kali mengu-rangi hak mereka, jangan menipu mereka, atau memperdayai me-reka dan jangan pula menzhalimi mereka. Keadilan wajib (ditegak-kan).
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Perbuatan ihsan (baik) merupakan perilaku luhur lagi dianjur-kan. Misalnya, memberi bantuan kepada orang lain dalam bentuk uang, bantuan fisik, ilmu dan faidah lainnya. Masuk dalam penger-tian ini, berbuat baik kepada binatang, yang bisu dan dikonsumsi serta makhluk lainnya.
Secara khusus Allah menyinggung pemberian kepada kaum kerabat, kendatipun sudah masuk dalam konteks umum, untuk menekankan tentang hak mereka dan keharusan untuk menjalin hubungan dengan mereka dan bersikap baik kepada mereka serta bersemangat untuk memenuhinya. Masuk dalam pengertian ini, seluruh kaum kerabat, yang dekat ataupun yang jauh. Akan tetapi, semakin dekat hubungan (darah)nya (dengan kita), maka ia semakin berhak menerima kebaikan.
Firman Allah, ﴾ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ ﴿ "Dan Allah melarang dari perbuat-an keji," yaitu seluruh perbuatan dosa besar yang dinilai bejat oleh syariat dan fitrah manusia, semisal perbuatan syirik kepada Allah, membunuh tanpa alasan yang dibenarkan, zina, pencurian, bangga diri, sombong, menghinakan orang lain dan perbuatan keji lainnya.
Termasuk dalam makna kemungkaran adalah, setiap dosa dan maksiat yang berkaitan dengan hak Allah تعالى. Sedangkan tin-dakan permusuhan yaitu setiap permusuhan terhadap sesama me-nyangkut darah, harta, dan kehormatan. Maka, ayat ini menghim-pun seluruh perintah dan larangan, tidak ada yang tersisa melain-kan pasti masuk ke dalamnya.
Ini merupakan kaidah yang menjadi acuan dalam perkara-perkara parsial lainnya. Setiap persoalan yang menyangkut keadil-an, kebaikan atau pemberian kepada kaum kerabat, maka itu ter-masuk perkara yang Allah perintahkan. (Sebaliknya), setiap masalah yang memuat unsur kekejian, kemungkaran atau permusuhan, maka termasuk perkara yang Allah larang.
Melalui ayat ini, dapat diketahui keindahan perintah yang Allah tetapkan, dan keburukan sesuatu yang Allah larang. Dengan dasar ayat ini pula, ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan yang ada pada orang-orang diperhitungkan dan diacukan kepadanya di se-tiap kondisi. Mahaberkah Allah, Dzat yang menjadikan pada Fir-man-firmanNya unsur hidayah, penyembuh dan cahaya serta pem-beda antara segala sesuatu. Karenanya, Allah berfirman, ﴾ يَعِظُكُمۡ ﴿ "Dia memberi pengajaran kepadamu," dengannya. Maksudnya dengan penjelasan yang disampaikan olehNya kepada kalian dalam Kitab-Nya, maka Dia memerintahkan kalian perkara yang berisi kebaikan bagi kalian dan melarang kalian dari perbuatan yang mengandung bahaya bagi kalian ﴾ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ﴿ "agar kamu dapat mengambil pelajaran," yaitu sesuatu yang memberimu pelajaran, sehingga kamu memahami dan menyerapnya. Sesungguhnya kalian jika dapat me-ngambil pelajaran dan memahaminya dan mengetahui isi kandu-ngannya, maka kalian pun akan berbahagia dengan kebahagiaan yang tidak disertai oleh celaka.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.