Beranda › Daftar surah › Surah Al-Ahzab › Ayat 57
Tafsir Surah Al-Ahzab ayat 57
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا ٥٧
Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.
Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com
Tanya tentang ayat iniTanya lewat WhatsApp
Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān
Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya dengan ucapan maupun perbuatan, niscaya Allah menjauhkan dan mengusir mereka dari kelapangan rahmat-Nya di dunia dan di akhirat dan Dia menyiapkan bagi mereka di akhirat azab yang menghinakan sebagai balasan atas perlakuan mereka yang menyakiti Rasul-Nya.
Tafsir As-Sa`di
Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com
(57-58) Setelah Allah سبحانه وتعالى memerintahkan menghormati Rasulullah a, dan bershalawat dan salam untuknya, maka Allah melarang menyakitinya dan Dia mengancam atas tindakan ini, seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan RasulNya." Ini mencakup menyakiti dalam bentuk ucapan atau perbuatan berupa tindakan mencela dan me-maki atau melecehkannya, atau melecehkan agamanya, atau apa saja yang dapat berakibat menyakitinya, ﴾ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فِي ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Allah akan melaknatinya di dunia," yakni: Mengusir dan menjauhkan mereka. Di antara laknat atau kutukan terhadap mereka di dunia adalah Dia memastikan[60] terbunuhnya orang yang mencela Rasulullah a dan menyakitinya. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابٗا مُّهِينٗا ﴿ "Dan di akhirat, dan me-nyediakan baginya siksa yang menghinakan."[61] Sebagai balasan baginya atas perbuatan menyakiti Nabi adalah dia disakiti dengan azab yang sangat pedih. Jadi, menyakiti Rasulullah a itu tidak sama dengan menyakiti selain beliau, sebab seorang hamba itu belum beriman kepada Allah hingga beriman kepada RasulNya, sedang-kan beliau mempunyai hak untuk dihormati yang merupakan konsekuensi dari iman, di mana hal ini menuntut agar beliau tidak diperlakukan seperti selainnya, meskipun menyakiti orang-orang Mukmin pun merupakan perbuatan keji dan dosanya sangat besar.
Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di
Maka dari itu Allah berfirman tentang hal ini,﴾ وَٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ بِغَيۡرِ مَا ٱكۡتَسَبُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat," maksudnya, tanpa perbuatan dosa dari mereka yang mengharus-kan untuk disakiti, ﴾ فَقَدِ ٱحۡتَمَلُواْ ﴿ "maka sesungguhnya mereka telah memikul" di punggung mereka ﴾ بُهۡتَٰنٗا ﴿ "kebohongan" karena mereka telah menyakiti mereka tanpa sebab, ﴾ وَإِثۡمٗا مُّبِينٗا ﴿ "dan dosa yang nyata," karena mereka menzhalimi orang-orang beriman dan menodai kehormatan yang diperintahkan oleh Allah untuk dihormati. Maka dari itu, mencela seorang yang beriman mengharuskan (mengaki-batkan) hukum dera (ta'zir) sesuai dengan kondisi orang Mukmin yang disakiti itu dan ketinggian kedudukannya. Jadi, mendera orang yang mencaci sahabat itu lebih keras, dan mendera orang yang mencaci ulama atau ahli agama itu lebih besar daripada men-caci selain mereka.
Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.