Beranda › Daftar surah › Surah Al-Ma'idah › Ayat 41

Tafsir Surah Al-Ma'idah ayat 41

  • Ayat 41 dari 120
  • Juz 6
  • Madaniyah
  • 5:41

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ لَا يَحْزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْكُفْرِ مِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِأَفْوَٰهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِن قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ ۛ سَمَّٰعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّٰعُونَ لِقَوْمٍ ءَاخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ مِنۢ بَعْدِ مَوَاضِعِهِۦ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَٱحْذَرُوا۟ ۚ وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتْنَتَهُۥ فَلَن تَمْلِكَ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَمْ يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا خِزْىٌ ۖ وَلَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ۝٤١

Wahai Rasul (Muhammad)! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, "Kami telah beriman," padahal hati mereka belum beriman; dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong[276] dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu.[277] Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. Mereka mengatakan, "Jika ini yang diberikan kepadamu (yang sudah diubah) terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah." Barang siapa dikehendaki Allah untuk disesatkan, maka engkau tidak akan mampu menolongnya dari Allah sedikitpun. Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang besar.

Terjemahan makna: Kementerian Agama Republik Indonesia — versi 1.0.1 · QuranEnc.com

[276] Orang-orang Yahudi sangat suka mendengar perkataan-perkataan pendeta mereka yang bohong, atau sangat suka mendengar perkataan-perkataan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk disampaikan kepada pendeta-pendeta dan kawan-kawan mereka dengan cara yang tidak jujur.

[277] Mereka sangat suka mendengar perkataan-perkataan pemimpin-pemimpin mereka yang bohong yang belum pernah bertemu dengan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- karena sangat benci kepadanya, atau sangat suka mendengar perkataan-perkataan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk disampaikan secara tidak jujur kepada kawan-kawannya.

5:41

Tanya tentang ayat ini

Al-Mukhtaṣar fī Tafsīr al-Qur`ān

Markaz Tafsir li ad-Dirasat al-Qur`aniyyah · QuranEnc.com

Wahai Rasul! Janganlah kamu bersedih hati melihat orang-orang yang tergesa-gesa menyatakan kekafiran mereka untuk membuatmu marah; mereka itu dari kalangan munafik yang memperlihatkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran. Janganlah pula kamu bersedih hati tatkala melihat kalangan Yahudi yang suka mendengarkan serta menerima kedustaan para pemimpin mereka sembari mengikuti jejak para pemuka mereka yang enggan datang kepadamu. Mereka mengganti firman Allah yang ada di dalam kitab suci Taurat dengan sesuatu yang sejalan dengan selera mereka, dan mereka berkata kepada para pengikut mereka, “Jika hukum Muhammad sejalan dengan selera kalian, ikutilah ia. Jika tidak, jauhilah ia.” Barang siapa yang dikehendaki untuk disesatkan oleh Allah dari bangsa manusia maka kamu -wahai Rasul- tidak akan menemukan orang yang dapat melindunginya dari kesesatan dan membawanya ke jalan yang benar. Orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik semacam itu, Allah tidak hendak membersihkan hati mereka dari kekafiran. Mereka akan mendapatkan kehinaan dan kenistaan di dunia dan mereka akan mendapatkan azab yang sangat berat di akhirat, yaitu siksa neraka.

Tafsir As-Sa`di

Taisir al-Karim ar-Rahman — Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di — versi 1.0.0 · QuranEnc.com

(41) Karena kecintaannya kepada manusia, Rasulullah ﷺ sangat bersedih terhadap orang yang menampakkan iman lalu kem-bali kepada kekufuran, maka Allah membimbingnya agar jangan berputus asa dan bersedih terhadap orang-orang itu, karena mereka -seperti kata pepatah- tidak bersama rombongan dagang dan tidak pula bersama rombongan perang, jika mereka hadir, mereka tidak memberi manfaat, jika mereka tidak hadir, mereka tidak dicari. Oleh karena itu, Allah menjelaskan penyebab agar tidak bersedih terhadap mereka. Dia berfirman, ﴾ مِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَلَمۡ تُؤۡمِن قُلُوبُهُمۡۛ ﴿ "Di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka, 'Kami ber-iman', padahal hati mereka belum beriman." Orang-orang yang semes-tinya disedihi dan disayangkan, adalah orang-orang yang tergolong ke dalam orang-orang yang beriman secara lahir dan batin dan mus-tahil orang-orang seperti itu meninggalkan agamanya dan murtad, karena cahaya iman telah merasuk ke dalam hati, maka pemiliknya tidak akan berpaling kepada yang lain dan tidak akan mencari penggantinya.

Baca selengkapnya: Tafsir As-Sa`di

﴾ وَمِنَ ٱلَّذِينَ هَادُواْۛ سَمَّٰعُونَ لِلۡكَذِبِ سَمَّٰعُونَ لِقَوۡمٍ ءَاخَرِينَ لَمۡ يَأۡتُوكَۖ ﴿ "Dan juga di antara orang-orang Yahudi, di mana mereka sangat gemar mende-ngar berita bohong dan mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu," yakni mereka mengikuti dan meng-ekor pemimpin-pemimpin mereka yang menyandarkan urusan mereka di atas kebohongan, kesesatan, dan penyimpangan. Para pemimpin yang diikuti itu ﴾ لَمۡ يَأۡتُوكَۖ ﴿ "belum pernah datang kepadamu," akan tetapi mereka berpaling darimu dan membanggakan kebatilan yang mereka miliki, yaitu merubah perkataan dari tempatnya; maksudnya, menafsirkan perkataan dengan makna yang tidak di-inginkan dan tidak dimaksudkan oleh Allah, untuk menyesatkan manusia dan menolak kebenaran.

Orang-orang yang mengikuti para penyeru kepada kesesatan yang mengikuti kemustahilan, yang datang kepadamu dengan mem-bawa semua dusta, mereka itu tidak berakal dan berkeinginan, maka biarkan saja jika mereka itu tidak mengikutimu, karena mereka tidak ada apa-apanya. Yang begini ini jangan diperhatikan, dan tidak perlu dipedulikan. ﴾ يَقُولُونَ إِنۡ أُوتِيتُمۡ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمۡ تُؤۡتَوۡهُ فَٱحۡذَرُواْۚ ﴿ "Mereka mengatakan, 'Jika diberikan ini kepadamu, maka terimalah ia dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka berhati-hatilah'." Maksudnya, ini adalah ucapan mereka pada saat mereka berhakim kepadamu. Tujuan mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu. Sebagian berkata kepada yang lain, "Jika Muhammad menghukumimu dengan hukum yang sesuai dengan hawa nafsumu, maka terimalah hukumnya, jika tidak, maka berhati-hatilah, jangan mau mengikutinya." Ini adalah fitnah dan pengikutan terhadap hawa nafsu. ﴾ وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتۡنَتَهُۥ فَلَن تَمۡلِكَ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatan-nya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun yang datang dari Allah." Ini seperti FirmanNya,

﴾ إِنَّكَ لَا تَهۡدِي مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ ﴿

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya." (Al-Qashash: 56).

﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمۡۚ ﴿ "Mereka itu adalah orang-orang di mana Allah tidak ingin menyucikan hati mereka," dan oleh karena itulah mereka melakukan apa yang mereka lakukan.

Hal ini membuktikan bahwa barangsiapa tujuannya dengan berhukum kepada hukum syar'i adalah mengikuti hawa nafsu, di mana jika hukum berpihak kepadanya dia menerima, jika tidak maka dia marah; ini membuktikan bahwa hatinya tidak bersih. Sebagaimana halnya barangsiapa yang berhukum kepada syariat lalu dia menerima; sesuai dengan keinginannya atau tidak, maka ini membuktikan kesucian hatinya. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kesucian hati adalah penyebab seluruh kebaikan. Ia adalah pendorong terbesar kepada ucapan dan perbuatan yang lurus dan bersih. ﴾ لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞۖ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٞ ﴿ "Mereka mendapatkan kehinaan di dunia yaitu, kerendahan dan penyesalan dan di akhirat mereka mendapatkan siksaan yang besar," yakni neraka dan murka Allah Yang Mahaperkasa.

العربيةEnglish

Teks Al-Qur`an: Tanzil Project (Uthmani v1.1, CC BY 3.0). Terjemahan dan tafsir dikutip apa adanya dari Ensiklopedia Al-Qur`an QuranEnc.com, masing-masing dengan sumbernya. Teks ini dikutip apa adanya dari sumbernya; tidak ada jawaban yang ditulis oleh AI. Quran Chat tidak mengeluarkan fatwa.